nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pulang dari Observasi di Natuna, Mahasiswi Asal Pontianak Kuliah Online

Ade Putra, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 11:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 18 340 2170186 pulang-dari-observasi-di-natuna-mahasiswi-asal-pontianak-kuliah-online-GwtrkCUtZO.jpg Mahasiswa Wuhan asal Pontianak, Sarifah (foto: ist)

PONTIANAK - Bisa pulang dari China dan setelah menjalani proses evakuasi, observasi, hingga karantina selama dua pekan, Sarifah Nurus Soffia Perwira Putri mahasiswa Indonesia asal Pontianak, Kalimantan Barat, mengaku lega. Apalagi bisa kembali berkumpul dengan keluarga.

Tak hanya Sarifah, rasa lega turut dirasakan keluarganya. Terutama sang ibu, Titik Harjito. Karena, perempuan 50 tahun ini begitu cemas dengan kondisi putrinya setelah mendengar kabar virus korona mewabah di Kota Wuhan, China.

Saat ini Sarifah sudah berada di rumahnya di Jalan Tanjung Raya II, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sarifah tiba dengan selamat di kediamannya, pada Minggu 16 Februari 2020 pagi.

 Baca juga: RSMH Palembang Tunggu Hasil Laboratorium Pasien Diduga Suspect Covid-19

Sebelumnya, Sarifah masuk dalam rombongan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi Pemerintah Indonesia dari Wuhan. Sebagaimana diketahui, negara Tirai Bambu ini merupakan tempat pertama kali virus korona menyebar.

Sarifah adalah mahasiswa semester enam dari Pontianak yang kuliah di Fakultas Kedokteran, Hubei University of Science and Technology, Xianning, China. Tak jauh dari Wuhan.

Kepulangannya ke Pontianak, disambut bahagia ibunya, Titik yang berhari-hari menyimpan cemas. Kini, Titik jauh lebih lega. Putri bungsunya ini ada di depan mata. Begitupun Sarifah, tak khawatir jauh dari keluarga.

 Baca juga: Pulang dari Malaysia, Pasien di RMSH Palembang Diduga Suspect Covid-19

Meski demikian, kata Titik, sebagai orang tua, dia tak akan melarang anaknya untuk kembali ke China. Demi melanjutkan pendidikan. Apalagi Sarifah sudah jalan enam semeter.

Tetapi, Titik akan melihat perkembangan kondisi di China terlebih dahulu. Jika sudah kondusif, dia akan mempersilakan anaknya kembali melanjutkan pendidikan.

“Jika sudah kondusif dan kampus di sana sudah mulai dibuka, ya tentunya sebagai orang tua, kami menyerahkan kepada anak. Karena sudah setengah jalan. Anak saya sudah semester enam,” ujarnya.

Karena, lanjut Titik, dirinya tetap ingin Sarifah melanjutkan kuliahnya hingga selesai. “Sekarang ini, anak saya sedang kuliah online,” tuturnya.

Sarifah menambahkan, sepanjang wabah itu terjadi, sistem perkuliahan di sana dialihkan lewat pertemuan daring. Para dosen pengajar memberi kuliah dengan sistem video call ke semua mahasiswa. Lewat satu grup kelas. Sampai sekarang pun, ketika sudah berada di negara masing-masing, perkuliahan online masih berlangsung.

“Sampai sekarang kuliah masih dengan sistem online. Kemudian, jam kuliah online tetap menggunakan waktu China,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini