Tetapi, Titik akan melihat perkembangan kondisi di China terlebih dahulu. Jika sudah kondusif, dia akan mempersilakan anaknya kembali melanjutkan pendidikan.
“Jika sudah kondusif dan kampus di sana sudah mulai dibuka, ya tentunya sebagai orang tua, kami menyerahkan kepada anak. Karena sudah setengah jalan. Anak saya sudah semester enam,” ujarnya.
Karena, lanjut Titik, dirinya tetap ingin Sarifah melanjutkan kuliahnya hingga selesai. “Sekarang ini, anak saya sedang kuliah online,” tuturnya.
Sarifah menambahkan, sepanjang wabah itu terjadi, sistem perkuliahan di sana dialihkan lewat pertemuan daring. Para dosen pengajar memberi kuliah dengan sistem video call ke semua mahasiswa. Lewat satu grup kelas. Sampai sekarang pun, ketika sudah berada di negara masing-masing, perkuliahan online masih berlangsung.
“Sampai sekarang kuliah masih dengan sistem online. Kemudian, jam kuliah online tetap menggunakan waktu China,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.