nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Pedagang di Jayapura Demo DPRD Tolak Dipindahkan

Edy Siswanto, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 16:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 20 340 2171583 ratusan-pedagang-di-jayapura-demo-dprd-tolak-dipindahkan-erEMY2pa3J.jpg Ratusan pedagang berdemo di DPRD Kota Jayapura (Okezone.com/Edy)

JAYAPURA - Ratusan pedagang Pasar Central Youtefa berunjuk rasa di halaman Kantor DPRD Kota Jayapura, Papua, Kamis (20/2/2020). Mereka menolak dipindahkan ke pasar baru di belakang Kantor Otonom Kotaraja Kota Jayapura per Senin 24 Februari nanti.

Dalam aksinya, massa membentangkan dua spanduk masing-masing bertuliskan ‘Kami seluruh pedagang Pasar Central Youtefa menolak pemindahan secara bertahap’ dan ‘Kami seluruh pedagang Pasar menolak pemindahan pedagang tidak serentak’.

Selain membentangkan spanduk, massa juga berorasi menyampaikan keluhannya yakni menolak dipindahkan dalam waktu dekat, sebelum kelengkapan di lokasi baru disiapkan.

Beberapa perwakilan pedagang diminta menyampaikan aspirasinya langsung ke ketua dan anggota DPRD Kota Jayapura di ruang rapat lantai 2. Mereka meminta DPRD membantu menyalurkan aspirasi mereka ke pemerintah kota terkait rencana relokasi itu.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar (Hippas) Pasar Regional Youtefa , Muh Thamrin Ruddin mengatakan, pihaknya keberatan jika pemindahan pasar dilakukan dalam waktu dekat, terlebih fasilitas penunjang di lokasi baru belum memadai.

"Ini saja terminal belum ada, terus tidak semuanya dipindahkan, hanya penjual daging, penjual ikan, sayur-mayur, sementara pedagang lain tidak. Ini kami dipisah-pisahkan dengan satu kesatuan kami para pedagang. Jadi warga kami menolak semua," kata Thamrin.

Dia juga menyorot soal keamanan di lokasi baru di mana belum ada aparat yang melakukan penjagaan.

"Di pasar yang lama saja yang banyak orangnya bisa kecurian, bagaimana dengan pasar baru? Ini siapa yang mau jaga? Kalau diterapkan tidak boleh tinggal," ucapnya.

Usai mendengar keluhan pedagang, Ketua DPR Kota Jayapura, Abisay Rollo melihat langsung kondisi pasar baru yang merupakan program Presiden Jokowi.

"Bangunan pasar ini belum siap. Saya tidak usah 100 persen, saya pikir 85 atau 90 persen itu sudah bisa, namun ini belum bisa. Sehingga saya sampaikan kepada bapak wali kota dan jajarannya bahwa ini belum bisa dipindahkan ke sini," kata Abisay Rollo.

Dia meminta pemerintah melengkapi semua fasilitas dibutuhkan dulu sebelum memindahkan pedagang.

"Nanti setelah dari sini, kami akan melakukan koordinasi dan hasilnya kita akan mengeluarkan surat rekomendasi kepada Pemerintah Kota Jayapura," ucapnya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab mengatakan, pemkot harus memperhatikan kenyamanan pedagang, karena mereka berkontribusi besar dalam menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Kota Jayapura.

"Pasar yang baru ini menurut mereka belum terkoneksi dengan fasilitas lain, semisal terminal, lalu air juga belum ada. Tempat jualan itu belum seluruhnya siap, MCK itu juga belum, kita akan rekomendasikan apa yang menjadi aspirasi rakyat kita," kata Ismail.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini