nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Bersaudari Usia 98 dan 101, Kembali Bertemu Setelah Hampir Setengah Abad

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 23 Februari 2020 15:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 23 18 2172882 dua-bersaudari-usia-98-dan-101-kembali-bertemu-setelah-hampir-setengah-abad-b6PGXuBVM7.jpg Bun Sen (kiri) dan Bun Chea (kanan). (Foto: Cambodia Children Fund)

PHNOM PENH - Dua perempuan Kamboja yang bersaudara, berusia 98 dan 101 tahun, telah dipersatukan kembali untuk pertama kalinya dalam 47 tahun. Keduanya berpikir satu sama lain telah meninggal selama pemerintahan teror Khmer Merah pada 1970-an.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal di Kamboja mengatakan bahwa Bun Sen, (98) juga dipertemukan kembali dengan kakak lelakinya yang berusia 92 tahun, yang juga dia kira telah meninggal dunia.

Kedua saudari Bun Sen dan Bun Chea (101) terakhir bertemu satu sama lain pada 1973, dua tahun sebelum kelompok komunis Khmer Merah yang dipimpin Pol Pot menguasai Kamboja.

Sekira dua juta orang diperkirakan tewas di bawah pemerintahan Khmer Merah.

Banyak keluarga yang hancur selama periode ini, dengan anak-anak sering dipisahkan dari orangtua mereka ketika rezim berusaha untuk melakukan kontrol mutlak atas negara.

Bun Sen dan Bun Chea. (CCF)

Bun Sen kehilangan suaminya di bawah rezim Pol Pot, yang digulingkan pada 1979, dan akhirnya menetap di dekat tempat pembuangan sampah terkenal Stung Meanchey di Ibu Kota, Phnom Penh.

Untuk waktu yang lama, hari-harinya dihabiskan dengan memilah sampah, mencari barang daur ulang untuk dijual, dan merawat anak-anak di lingkungan yang miskin. Dia selalu berbicara tentang mimpinya mengunjungi desanya di Provinsi Kampong Cham, sekira 90 mil di sebelah timur Phnom Penh.

Tetapi banyak faktor, termasuk usianya dan ketidakmampuannya berjalan, berarti perjalanan itu terlalu sulit.

LSM lokal, Cambodia Children Fund (CCF), yang telah mendukung Bun Sen sejak 2004, kemudian mulai merencanakan kunjungan itu. Saat itulah mereka menemukan bahwa saudara perempuan dan saudara laki-laki Bun Sen masih hidup dan tinggal di desa.

Setelah hampir setengah abad, Bun Sen bertemu kembali dengan kakak perempuannya, Bun Chea, dan adik laki-lakinya pekan lalu.

"Saya meninggalkan desa saya sejak lama dan tidak pernah kembali. Saya selalu berpikir saudara dan saudari saya telah meninggal," kata Bun Sen sebagaimana dilansir BBC, Minggu (23/2/2020).

"Untuk bisa memegang kakak perempuanku sangat berarti. Dan pertama kali adik laki-lakiku menyentuh tanganku, aku mulai menangis."

Bun Chea, yang suaminya juga dibunuh oleh Khmer Merah, adalah seorang janda dengan 12 anak. Dia mengatakan bahwa dirinya juga percaya adik perempuannya sudah meninggal.

"Kami memiliki 13 kerabat yang terbunuh oleh Pol Pot dan kami pikir dia juga (sudah terbunuh). Sudah lama sekali," katanya.

Sekarang kedua saudari itu menebus waktu yang hilang. Pekan ini mereka melakukan tur ibu kota bersama.

"Kami membicarakan mengenai dirinya (Bun Sen)," kata Bun Chea. "Tapi aku tidak pernah mengira kami akan melihatnya lagi."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini