nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanita Terinfeksi Covid-19 Diizinkan Tinggalkan Diamond Princess, Pemerintah Jepang Minta Maaf

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 23 Februari 2020 17:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 23 18 2172912 wanita-terinfeksi-covid-19-diizinkan-tinggalkan-diamond-princess-pemerintah-jepang-minta-maaf-XGjqQy7ZRa.jpg Kapal Pesiar Diamond Princess. (Foto: Twitter/@Sasamon99)

TOKYO - Menteri Kesehatan Jepang meminta maaf setelah seorang wanita yang telah diizinkan meninggalkan kapal pesiar Diamond Princess, yang dikarantina di pelabuhan dekat Tokyo, dinyatakan positif terkena virus.

Wanita berusia 60-an itu turun dari kapal pada Rabu, 19 Februari 2020, setelah karantina dua pekan berada di kapal. Dia ditemukan positif terinfeksi virus korona setelah menjalani tes lainnya di Prefektur Tochigi, utara Tokyo.

BACA JUGA: Sebelum Pulang, WNI Terdampak COVID-19 di Kapal Diamond Princess Jalani Tes Kesehatan Ketat

Dalam konferensi pers di Tokyo pada Sabtu malam, 22 Februari 2020, Menteri Kesehatan Katsunobu Kato mengatakan bahwa 23 orang yang turun pada Rabu dan Kamis belum menjalani tes sejak sebelum 5 Februari 2020. Kementerian Kesehatan berusaha menghubungi mereka untuk melakukan pengujuan ulang.

"Kami sangat meminta maaf atas situasi yang disebabkan oleh pengawasan kami," kata Kato sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (23/2/2020). "Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan, seperti pengecekan ganda, untuk mencegah terulangnya kejadian ini."

BACA JUGA: Dua Penumpang Kapal Diamond Princess Meninggal Dunia karena Covid-19

Kapal pesiar, yang dimiliki oleh Carnival Corp (CCL.N), dan mengangkut sekira 3.700 penumpang dan awak, telah dikarantina di Yokohama sejak 3 Februari 2020.

Jumlah kasus domestik virus korona yang dikonfirmasi di Jepang bertambah menjadi 132 pada Sabtu, setelah kementerian kesehatan mengonfirmasi 27 kasus baru. Angka itu belum termasuk lebih dari 600 kasus dari Diamond Princess, yang merupakan konsentrasi pasien terbesar di luar China.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini