nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diterjang Banjir, Pemkab Pamekasan: 16 Tahun Kami Jadi Pejabat Ini yang Terparah

Syaiful Islam, Jurnalis · Minggu 23 Februari 2020 14:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 23 519 2172851 diterjang-banjir-pemkab-pamekasan-16-tahun-kami-jadi-pejabat-ini-yang-terparah-SV3Sos0bDV.jpg Jajaran Pemkab Pamekasan tinjau banjir (Foto: Okezone/Syaiful)

SURABAYA - Sejumlah titik lokasi di wilayah perkotaan Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur terendam banjir pasca diguyur hujan tinggi kurang lebih selama tiga jam pada Sabtu 22 Februari 2020 sore hari.

Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e memantau kondisi lokasi banjir yang masih menggenangi permukiman warga untuk melakukan pendataan dan menyampaikan, penyebab banjir kiriman akibat pasangnya air laut.

"Pemkab masih melakukan pendataan dan mengecek kerusakannya. Sementara, kami akan bagikan bantuan kepada korban terdampak banjir," ujar Raja'e, Minggu (23/2/2020).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Amin Jabir mengaku, faktor terjadinya banjir bukan karena sampah yang dibuang warga ke sungai secara sembarangan.

"Jika ada banjir atau genangan, sampah di sungai hanya menyumbang 10 persen. Sisanya karena sistem saluran air yang kurang bagus," katanya.

Baca Juga: Banjir Genangi Ratusan Rumah, Jalan Pantura dan Sawah di Probolinggo

Salah satu upaya untuk mencegah bencana banjir, menurut Amin pemerintah daerah perlu membuat kegiatan normalisasi saluran air ataupun drainase. Banjir terjadi karena air kali jombang meluap sehingga meluas ke permukiman dan menutup jalur Pamekasan-Sampang, Madura.

"Selama 16 tahun kami menjadi pejabat, kali ini kami lihat banjir terparah, seperti banjir yang terjadi di Jalan Trunojoyo Pamekasan. Sebelumnya, sangat jarang dilanda banjir," lanjutnya.

Peristiwa banjir menggenang permukiman warga di Jalan Trunojoyo, Jalan Brawijaya, Jalan Patemon, Jalan Nyalabuh Permai, dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pamekasan.

Lokasi lain yang ikut terdampak yaitu Jalan Bhayangkara, Jalan Laden, Jalan Jalmak, Jalan Teja, Jalan Raya Desa Lemper sampai Jalan Kangengan, Kecamatan Kota Pamekasan. Ketinggian air mencapai 60 sampai 80 sentimeter.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini