nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

1.600 KK Terdampak Banjir di Pamekasan

Syaiful Islam, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 17:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 24 519 2173401 1-600-kk-terdampak-banjir-di-pamekasan-foQpU8sF3m.jpg Banjir di Pamekasan (Foto: Ist)

SURABAYA - Data terdampak bencana banjir yang meluas pada beberapa titik di kawasan perkotaan Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur tercatat mencapai 1.600 Kepala Keluarga (KK).

Peristiwa bencana banjir terjadi setelah curah hujan cukup tinggi menguyur wilayah kota Pamekasan kurang lebih selama tiga jam pada Sabtu 22 Februari 2020 sore hari kemarin.

Bencana banjir menggenang permukiman warga di Jalan Trunojoyo, Jalan Brawijaya, Jalan Patemon, Jalan Nyalabuh Permai, dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pamekasan.

Lokasi lain yang terdampak yaitu Jalan Bhayangkara, Jalan Laden, Jalan Jalmak, Jalan Teja, Jalan Raya Desa Lemper sampai Jalan Kangengan, Kecamatan Kota Pamekasan. Ketinggian air mencapai 60 sampai 80 sentimer.

"Laporan sementara data terdampak banjir yang kami terima ada 600 KK menyebar di Kelurahan Jungcangcang, dan 1.000 KK di Patemon," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekesan, Akmalul Firdaus, Senin (24/2/2020).

Baca Juga: Diterjang Banjir, Pemkab Pamekasan: 16 Tahun Kami Jadi Pejabat Ini yang Terparah

Faktor banjir Kabupaten Pamekasan karena debit air sungai kiriman meluap dan menyebar perkampungan kawasan perkotaan. "Hari ini, tim kami masih melakukan peninjauan di Jalmak dan Sumedangan karena masih terjadi luapan air kemarin pagi," katanya.

Pada musim penghujan ini, Firdaus mengajak warga supaya tetap menjaga kebersihan lingkungan, dan membuang sampah pada tempatnya.

"Jika terjadi banjir, warga segera melapor agar kami cepat ditindaklanjuti. Kondisi terkini air mulai surut," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini