TEMPAT penyimpanan untuk hari kiamat atau "doomsday vault" di kawasan kutub utara, pada Selasa, 25 Februari 2020 telah menerima 60.000 benih makanan tambahan termasuk cowslips, bunga liar berwarna kuning dari Pangeran Charles dan jagung suku Cherokee yang disakralkan. Tambahan benih itu meningkatkan persediaan tanaman pertanian dunia jika terjadi bencana global.
Kekhawatiran yang meningkat akan perubahan iklim dan hilangnya spesies mendorong kelompok-kelompok di seluruh dunia untuk menambah penyimpanan benih mereka di dalam gunung dekat Longyearbyen di Pulau Spitsbergen di Kepulauan Svalbard Norwegia, sekira 1.300 kilometer dari Kutub Utara.
Tempat penyimpanan tanaman pangan ini didirikan untuk melestarikan tanaman yang bisa memberi makan populasi yang terus bertambah menghadapi perubahan iklim.
"Ketika laju perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati meningkat, ada urgensi baru di sekitar upaya untuk menyelamatkan tanaman pangan yang berisiko punah," kata Stefan Schmitz, pimpinan Crop Trust yang mengelola tempat penyimpanan itu sebagaimana dilansir VOA, Rabu (26/2/2020).
"Luasnya ragam penyimpanan benih sekarang, mencerminkan keprihatinan dunia akan dampak perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati pada produksi pangan," tambah Schmitz.