Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bunuh Bocah SD di Mojokerto, Pelaku Ngaku Dendam karena Adiknya Pernah Dipukul

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 26 Februari 2020 |19:42 WIB
Bunuh Bocah SD di Mojokerto, Pelaku <i>Ngaku</i> Dendam karena Adiknya Pernah Dipukul
Pengungkapan kasus pembunuhan terhadap bocah SD di Mapolres Mojokerto, Rabu (26/2/2020). (Foto : Okezone.com/Avirista Midaada)
A
A
A

MOJOKERTO – Dua pelaku pembunuhan terhadap bocah SD di Mojokerto bernama Ardio William Oktaviano mengaku nekat melakukan aksinya lantaran menyimpan dendam terhadap korban.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, dua pelaku yaitu TS (18) dan IS (17) yang masih kakak beradik ini nekat membunuh Ardio lantaran mempunyai dendam, setelah adik tersangka dipukul korban.

"Motifnya dendam karena adiknya tersangka berinisial SS pernah dipukul korban pada 26 Januari 2020. Makanya motifnya dendam sampai kedua pelaku mencari korban dan terjadi kekerasan kepada korban sampai korban meninggal dunia," ujar Bogiek saat memimpin rilis kasus ini, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, kedua pelaku ini terlebih dahulu menjemput korban yang merupakan teman satu kampungnya. Kedekatan kedua pelaku dan korban membuat Ardio tak menaruh curiga kepada TS dan IS.

"Pelaku dan korban ini saling mengenal karena satu kampung. Korban suka berjalan-jalan sehingga diajak keluar berjalan-jalan oleh pelaku IS. Lalu keduanya bertemu TS dan diajak jalan - jalan lagi," tutur Bogiek.

Ilustrasi (Shutterstock)

Sesampainya di jembatan Gumul, pelaku yang masih menyimpan dendam akhirnya mencekik leher dan membenturkan kepala korban ke tembok pembatas jembatan.

"Pelaku sempat menusuk dubur korban dengan menggunakan kayu. Lalu setelah tewas TS mendorong korban ke bawah jembatan Gumul itu," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sesosok jasad bocah laki-laki ditemukan warga sekitar pada Kamis pagi 30 Januari 2020, di bawah jembatan tengah hutan Jalan Raya Kemlagi, Mojokerto.


Baca Juga : Polisi Tangkap 2 Pelaku Pembunuhan Bocah SD di Mojokerto

Saat ditelusuri mayat yang awalnya tanpa identitas ternyata merupakan pelajar kelas IV SDN Ketemasdungus Mojokerto bernama Ardyo William Oktaviano atau yang akrab disapa Dio. Pelajar berusia 13 tahun ini tewas dengan luka parah di bagian kepala.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement