Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Bantah Bocah SD di Mojokerto Sempat Diculik dan Disodomi Sebelum Dibunuh

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 26 Februari 2020 |20:37 WIB
Polisi Bantah Bocah SD di Mojokerto Sempat Diculik dan Disodomi Sebelum Dibunuh
Polres Mojokerto Kota Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Siswa SD (foto: Humas Polres Mojokerto Kota/Istimewa)
A
A
A

MOJOKERTO - Kepolisian meluruskan kabar yang beredar mengenai penculikan dan sodomi yang dialami bocah Sekolah Dasar (SD) di Mojokerto, bernama Ardyo William Oktaviano sebelum menjadi korban pembunuhan.

Kapolres Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto memastikan antara kedua pelaku TS (19) dan IS (17) dengan Ardyo William (13) telah saling mengenal lantaran teman satu kampung.

Baca Juga: Bunuh Bocah SD di Mojokerto, Pelaku Ngaku Dendam karena Adiknya Pernah Dipukul 

"Bukan diculik, pelaku dan korban ini semuanya kenal, karena satu kampung," ungkap Bogiek saat memimpin rilis di Mapolres Mojokerto Kota, Rabu (26/2/2020).

Polres Mojokerto Kota menangkap pelaku pembunuhan bocah SD (foto: Humas Polres Mojokerto Kota/Istimewa)	 

Mengenai kabar korban pembunuhan yang disodomi terlebih dahulu juga dibantah Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto. Hal ini didasari dari hasil visum yang menyatakan luka di dubur bukan karena disodomi, melainkan karena tusukan dari kayu.

"Kalau ada peristiwa sodomi tidak benar. Keterangannya dari visum dan pelaku itu ditusuk kayu di bagian duburnya. Kayunya kemarin kita temukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara), setelah disusuri lagi," ujar Bogiek.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement