SMPN 13 dipilih keluarga CA karena jaraknya yang paling dekat dengan rumahnya di Kecamatan Butuh. Siswi korban perundungan ini kini masuk sekolah inklusi karena menderita slow learner (keterlambatan berfikir).
Sementara itu, Kepala SMPN 13 Amir Mahmud mengatakan, sekolahnya memang menerima siswa inklusi. Dia juga memastikan, keberadaan CA justru bisa menjadi pelajaran siswa lain agar tidak melakukan bullying.
Baca Juga: Bullying Siswi di Purworejo Berawal dari Pemalakan Rp2 Ribu
"Di sekolah ini memang sekolah inklusi. Sekolah yang menerima anak berkebutuhan khusus. Atau anak slow learner, itu kami terima," ucapnya.
Sebelumnya, CA bersekolah di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo. Dia menjadi korban bullying tiga orang temannya. Bahkan video aksi bullying tersebut viral di media sosial.
(Fiddy Anggriawan )