
Meski demikian, masyarakat enggan mengungsi karena sudah menjadi langganan dan air cepat berangsur surut. Dalam kejadian tersebut dilaporkan tak ada korban jiwa.
Menurut warga Ahmad Nizar, banjir kali ini disebabkan karena intensitas curah hujan sangat tinggi sejak siang hingga Rabu malam. Sungai setempat tak dapat menampung debit air hujan hingga meluber ke permukiman warga.
"Ada yang ngungsi dan ada yang tetap bertahan di rumah, karena ada rumahnya yang tinggi, jadi tidak mengungsi," ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, pihak BPBD Kota dan Kabupaten Pasuruan sudah menyiagakan personelnya masing-masing di setiap kecamatan terdampak banjir. Selain itu, posko dapur umum dan kesehatan juga didirikan di setiap kantor kecamatan bersangkutan.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.