SERANG - Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Banten meminta kepada calon jamaah yang gagal berangkat umrah untuk bersabar. Sebab, penangguhan penerimaan jamaah asal Indonesia yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi dengan alasan ancaman Covid-19 merupakan musibah.
"Kemudian kepada jamaah umrah yang gagal berangkat untuk bersabar, jangan panik serahkan kepada Allah. Karena ini di luar prediksi manusia. Ini musibah," kata Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Banten Machdum Bahtiar, Jumat (28/2/2020).
Bahtiar mengatakan, di Provinsi Banten ada sebanyak 76 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) yang terdaftar di Kanwil Kemenag Banten. Mereka semua berharap, penundaan tersebut tidak berlangsung lama sehingga tidak merugi.
"Rata-rata mereka pada umunya sudah full payment untuk pembayaran maskapai, booking hotel, konsumsi. Mereka jelas kasarnya mengalami musibah," Ujar Bahtiar.
Namun, pihaknya berharap dengan adanya kesepakatan antara PPIU dengan maskapai penerbangan dan pihak hotel, biaya yang sudah dikeluarkan dapat kembali atau bisa dengann diatur ulang jadwal keberangkatannya hingga penundaan dibuka kembali.