nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aniaya Ibu, Anak di Kupang Diamankan hingga Diselesaikan secara Damai

Adi Rianghepat, Okezone · Jum'at 28 Februari 2020 01:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 28 340 2175305 aniaya-ibu-anak-di-kupang-diamankan-hingga-diselesaikan-secara-damai-mYScfJGsxV.jpg Ilustrasi penangkapan pelaku penganiayaan. (Foto: Shutterstock)

KUPANG – Penyidik Kepolisian Resor Kupang akhirnya memulangkan seorang pelajar berisial TH (17) yang telah melakukan kekerasan kepada ibu kandungnya lantaran masalah sepeleh. Meski dipulangkan, TH harus tetap membuat pernyataan di hadapan aparat kepolisian untuk tidak lagi mengulangi perbuatan itu.

"Ya kita (kepolisian) pulangkan TH sore tadi setelah yang bersangkutan membuat pernyataan," kata Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung kepada Okezone, Kamis 27 Februari 2020.

Ia menjelaskan, keputusan memulangkan TH kepada keluarganya berdasarkan amanah sejumlah regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) serta UU 11/2011 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Dia menerangkan, UU 23/2004 mengisyaratkan anak berhadapan dengan hukum tidak ditahan jika subjek yang menjadi korban tidak mengalami luka permanen yang menyebabkan tidak bisa melakukan aktivitas.

"Nah dalam hal ini ibu kandung yang jadi korban tak punya luka permanen yanh telah menghalanginya beraktivitas. Ibunya bisa kok beraktivitas seperti biasa," katanya.

Selain itu dalam Pasal 44 undang-undang tersebut menganut prinsip delik aduan. Dalam kasus ini ibu yang jadi korban tidak melakukan itu.

"Bahkan mereka (ibu dan anak) sudah saling berpelukan dan menangis. Kita menilai kasus ini tak perlu diteruskan," katanya dan mengatakan TH tetap dalam pengawasan keluarganya.

Ia mengatakan, kasus yang dialami ibu dan anak kandung ini tidak separah kejadian pidana berat antara ibu dan anak tiri atau sebaliknya.

"Kejadian ini tidak seperti itu. Tadi kita juga hadirkan Ibu Baptis TH yang selalu menjadi tempat TH bercurhat," katanya.

Kasus kekerasan TH kepada ibu kandungnya AH ini terungkap setelah petugas Siber Polres Kupang melacak sebuah video yang beredar di media sosial. Pelacakan Tim Siber Polres Kupang itulah akhirnya berhasil mengamankan TH dan menjalani pemeriksaan.

Dalam video yang viral di media sosial itu terlihat TH memukul dan menendang ibu kandungnya AH. Aksi itu tega dilakukan TH hanya karena ibunya belum sempat menyediakan pakaiannya untuk digunakan dalam sebuah perjalanan.

Saat melakukan kekerasan kepada ibunya dengan cara memukul dengan genggaman tangan dan menendang korban di daerah kepala, adik kandungnya memamggil tetangga untuk melerai. Saat kedatangan para tetangga itulah, kejadian ini lalu direkam dan diunggah ke media sosial Facebook dan viral.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini