nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perlu Kerangka Kerja Berjangka untuk Atasi Banjir Jabodetabek

Wisnu Yusep, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 13:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 28 525 2175426 perlu-kerangka-kerja-berjangka-untuk-atasi-banjir-jabodetabek-xkwicYi7z2.jpg Banjir di Kabupaten Bekasi (foto: Okezone/Wisnu Yusep)

BEKASI - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Jawa Barat menyoroti banjir yang terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), pada Selasa 25 Februari 2020.

Agar masalah banjir tak terulang, Manajer Advokasi Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bekasi harus membuat kerangka kerja berjangka untuk mengatasi masalah banjir.

Baca Juga: Pembentukan Pansus Banjir, Fraksi PAN: Bukan untuk Cari-Cari Kesalahan Anies 

Untuk jangka pendek, Pemprov Jabar maupun Pemkot Bekasi harus berani menindak tegas perusahaan-perusahaan, yang berada di kawasan tangkapan air atau tendon.

"Harus menindak perusahaan di kawasan tangkapan air yang tidak memiliki izin dan tidak sesuai dengan kaidah kawasan," kata dia kepad Okezone, Kamis 27 Februari 2020.

Infografis Okezone 

Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi juga, kata dia, harus membuat dokumen mengenai banjir. Hal itu untuk memetakan wilayah dalam mitigasi bencana.

"Melakukan evaluasi dengan berbagai pihak untuk menjawab masalah banjir (kenapa masih terjadi dan semakin parah)," kata dia.

Sementara untuk jangka panjang, Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi harus melakukan moratorium izin-izin perusahaan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Tindak tegas bagi perusahaan yang tidak memiliki izin," kata dia.

Selanjutnya, kata dia, Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi memberikan pemahaman dan kesadaran terhadap bahaya sampah, yang semakin hari kian memprihatinkan.

"Memberikan dan menumbuhkan kesadaran publik terkait sampah. Evaluasi kegiatan-kegiatan yang mengatasi DAS dan SUB DAS," katanya.

Diketahui, data dari Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 4.889 kepala keluarga atau 11.357 jiwa menjadi korban banjir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Selasa 25 Februari 2020.

Baca Juga: 119.268 Jiwa Terdampak Banjir di Jakarta dan Sekitarnya 

Banjir yang menerjang pada Selasa 25 Februari 2020 dini hari itu melumpuhkan akses jalan, dan merendam ribuan rumah.

Sementara, untuk Kota Bekasi tercatat jumlah warga terdampak banjir sebanyak 16.174 kepala keluarga atau 48.732 jiwa yang tersebar di 47 kelurahan dan 1.476 jiwa diantaranya mengungsi.

Terlebih, di Kota Bekasi terjadi longsor dan korban meninggal sebanyak empat orang dan 391 sekolah ikut terendam.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini