nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Biro Perjalanan di Cirebon-Indramayu Terkait Penghentian Sementara Umrah

Fathnur Rohman, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 23:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 28 525 2175904 curhat-biro-perjalanan-di-cirebon-indramayu-terkait-penghentian-sementara-umrah-1vQd4VGxUc.jpg Ilustrasi jamaah Indonesia. (Foto: Dok Okezone/Widi Agustian)

CIREBON – Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara kunjungan umrah akibat mewabahnya virus korona atau Covid-19. Hal ini kemudian berdampak kepada para jamaah dan sejumlah biro perjalanan umrah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Indramayu dan Kota Cirebon, Jawa Barat.

Yuli Nirmala, misalnya. Wanita asal Kota Cirebon yang menjabat kepala cabang PT Samira Ali Wisata ini mengatakan sejumlah jamaah yang akan berangkat umrah merasa resah terkait kebijakan tersebut. Ia kemudian harus menenangkan para calon jamaah itu.

"Di sini pada tanyain. Gimana bu adanya larangan penerbangan itu. Saya bilang, mudah-mudahan bisa. Berdoa saja," katanya kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Ia berharap agar kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi tersebut secepatnya bisa dicabut. Pasalnya pada bulan April mendatang pihaknya akan memberangkatkan 370 jamaah untuk ibadah umrah.

Dia mengungkapkan, sebelumnya pada 21 dan 22 Februari ada sekira 200 jamaahnya yang sudah berada di Arab Saudi.

"Kebetulan di Maret ini enggak ada dari Cirebon. Infonya sudah ada peluang dari maskapai penerbangan di tanggal 14 Maret. Mudah-mudahan bisa dibuka lagi. Tadinya ada yang disetop juga di kita," ujarnya.

Sementara di tempat berbeda, warga Kabupaten Indramayu Ahmad Munsit Abdulillah mengatakan kalau dirinya menjadi salah satu jamaah yang gagal melaksanakan ibadah umrah usai Arab Saudi mengeluarkan kebijakan itu.

"Saya menjadi salah satu orang yang terdampak kebijakan itu," terangnya.

Pria yang saat ini menjadi Direktur Darul Falah Tour and Travel Indramayu tersebut menuturkan bahwa rencananya ia dan rombongan jamaah umrah berangkat ke Arab Saudi pada Kamis 27 Februari 2020 melalui Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta.

Akan tetapi, rencana tersebut gagal setelah ia dan para jamaah mendapat informasi bahwa jadwal pesawat atau penerbangan ke Madinah dibatalkan.

Menurut dia, dibatalkannya penerbangan tersebut karena kebijakan yang dikeluarkan Arab Saudi. Saat itu banyak dari jamaahnya yang merasa tidak percaya. Pasalnya, mereka sedang menunggu jadwal penerbangan dan tinggal berangkat saja.

Bahkan di antara jamaah itu ada yang menangis histeris setelah mendengar kabar tersebut. Ia berharap agar pelaksanaan ibadah umrah bisa kembali berjalan normal ke depannya.

"Ada yang menangis. Setelah Salat Zuhur ada info kalau pesawat yang akan terbang ke Madinah di-cancel," ucapnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini