Saat itu, hasil laboratorium dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan masih belum keluar. Proses pemulasaraan jenazah dilakukan oleh pihak rumah sakit dengan standar perlakuan pasien korona.
Baca Juga: Bukan karena Virus Korona, Ini Penyebab Meninggal Pasien Observasi di RS Kariadi Semarang
Di antaranya, jenazah pasien dibungkus plastik dan dimasukkan ke peti sebelum diantar ke rumah duka untuk dimakamkan. Sehari setelah dimakamkan, hasil uji laboratorium keluar dan memastikan bahwa pasien itu negatif virus korona. Dia meninggal karena penyakit infeksi saluran pernapasan.
"Setelah itu turun (hasil pemeriksaan laboratoriumnya) setelah dikubur. Hasilnya turun, negatif enggak korona tapi flu babi. Maka kondisi ini yang kemudian kita sampaikan pada publik," tandas Ganjar.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.