BEKASI – Banjir yang menerjang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa 25 Februari 2020, berangsur surut. Kini sejumlah wilayah di sana berangsur pulih. Status tanggap darurat yang sebelumnya diterapkan pun resmi berakhir.
"Tanggap darurat kami nyatakan berakhir. Saat ini kondisinya sudah kondusif," kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja kepada wartawan, Selasa (3/3/2020).
Baca juga: Perlu Kerangka Kerja Berjangka untuk Atasi Banjir Jabodetabek
Ia mengatakan, status tanggap darurat yang diterapkan pekan lalu karena terdapat 50 wilayah terkena banjir hingga menyebabkan satu fasilitas umum tidak bisa digunakan.
"Karena fasilitas umum yang tidak bisa digunakan hingga mengganggu aktivitas warga secara keseluruhan, maka dengan demikian status ditingkatkan pada pekan lalu," jelasnya.
Dia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap siaga mengantisipasi bencana, sekalipun status tanggap darurat banjir telah berakhir.
"Berdasarkan laporan BPBD masih ada empat kecamatan yang terendam air setinggi 20 sampai 80 sentimeter, yakni Babelan, Pebayuran, Muaragembong, dan Setu," paparnya.
Baca juga: Wagub Jabar Sebut Banjir di Bekasi Disebabkan Proyek Strategis Nasional
Kondisi terkini di empat kecamatan tersebut, kata dia, banjir sudah mulai surut. Demikian juga dengan intensitas hujan yang menurun.
"Petugas kami masih disiagakan di lapangan, dibantu aparat kepolisian dan TNI, serta para relawan dan komunitas," ungkapnya.