nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Klaten Nonton Bareng ketika Terjadi Erupsi Gunung Merapi

Agregasi Solopos, · Selasa 03 Maret 2020 14:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 03 512 2177428 warga-klaten-nonton-bareng-ketika-terjadi-erupsi-gunung-merapi-vzc41Y0yt4.jpg Warga Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, nonton bareng erupsi Gunung Merapi. (Foto: Taufiq Sidiq Prakoso/Solopos)

KLATEN – Erupsi Gunung Merapi pada pukul 05.22 WIB tadi menimbulkan semburan abu vulkanis. Sejumlah daerah pun terdampak. Sebagaimana terjadi di wilayah Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hujan abu vulkanis mengguyur sekira pukul 07.30 WIB.

Guyuran hujan abu tipis berlangsung sekira satu jam. Seperti terlihat di sepanjang Jalan Raya Klaten–Boyolali, Kecamatan Tulung. Sejumlah warga yang tinggal di tepi jalan tersebut tampak membersihkan abu erupsi Merapi yang menempel di halaman rumah serta kantor mereka.

Baca juga: Ganjar Pranowo Pastikan Tak Ada Pengungsi Imbas Erupsi Merapi 

"Sejak saya bertugas di sini selama tiga tahun terakhir baru kali ini ada hujan abu. Tadi mulai sekitar pukul 07.30 WIB sudah ada hujan abu dan reda itu sekitar pukul 08.30 WIB," ungkap Hari (30), petugas keamanan sebuah koperasi di tepi Jalan Raya Klaten–Boyolali, Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung, Selasa (3/3/2020), dikutip dari Solopos.

Sementara warga bernama Murini (58) juga mengatakan abu vulkanis baru kali ini mengguyur wilayah Kecamatan Tulung sejak status Merapi masuk Waspada (Level II) pada Mei 2018.

"Dulu pernah hujan abu dan tebal saat erupsi 2010," kata warga Sorogaten tersebut.

Hujan abu vulkanis justru tidak terlalu dirasakan warga di lereng Merapi. Sukiman, salah satu warga Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, yang berada di kaki Gunung Merapi, mengungkapkan tidak ada hujan abu di wilayahnya.

"Kolom erupsi membumbung tinggi dan terbawa angin menjauh dari wilayah kami sehingga tidak ada hujan abu," kata Sukiman.

Baca juga: Bukan Tontonan, Warga Diimbau Tak Datangi Lokasi Terdampak Erupsi Gunung Merapi 

Terkait kondisi ketika erupsi terjadi, Sukiman menjelaskan warga tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa setelah erupsi mereda.

Tenangnya warga saat erupsi terjadi ditunjukkan Sukiman dengan mengirim foto yang menggambarkan warga berkumpul di jalan kampung dan menonton bareng kolom erupsi yang membumbung tinggi.

Di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, juga tidak terlalu terdampak hujan abu vulkanis erupsi Gunung Merapi.

"Tegalmulyo yang terdampak hujan abu hanya di wilayah Gedongijo. Hujannya juga bercampur pasir. Untuk durasi hujan sekitar 15 menit," kata Subur, salah satu warga Tegalmulyo.

Baca juga: Abu Erupsi Gunung Merapi Terbawa Angin hingga Karanganyar 

Sementara BPBD Klaten membagikan masker ke sejumlah kecamatan yang terdampak hujan abu. Di Kecamatan Tulung dan Polanharjo BPBD membagikan masing-masing 2.000 masker ke kantor kecamatan untuk didistribusikan ke warga terdampak hujan abu.

"Stok masker di BPBD sekitar 25.000 lembar. Kami masih menunggu informasi dari kecamatan lainnya yang terdampak hujan abu untuk menyalurkan bantuan masker. Informasinya hujan abu juga terjadi di wilayah Kecamatan Jatinom dan Wonosari," papar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten Sri Yuwana Haris Yulianta.

Baca juga: Warga Sukoharjo Tampak Tenang Diguyur Abu Erupsi Merapi 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini