Sampah di Desa Keramas Bali Capai 7 Ton per Hari

Agregasi Balipost.com, · Minggu 08 Maret 2020 20:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 08 244 2180136 sampah-di-desa-keramas-bali-capai-7-ton-per-hari-F4nCpIjRKb.jpg ilustrasi

GIANYAR – Produksi sampah di Desa Keramas, Gianyar, Bali, mencapai 7 ton per hari. Penanganan sampah pun tengah digalakkan di desa tersebut.

Bahkah, jumlah sampah bisa bertambah 5 kali lipat saat hari raya. Perbekel I Gusti Putu Sarjana mengatakan, mau tidak mau sampah di desanya harus dikelola secara serius.

Sebab seiring dengan peningkatan aktivitas sosial ekonomi masyarakat, berdampak langsung pada peningkatan volume sampah.

“Produksi sampah di Desa Keramas sekitar 7 ton per hari. Volume sampah ini menjadi lima kali lipat saat hari raya, piodalan pura, dan sejenisnya,” ungkapnya saat sosialisasi penanganan sampah dengan Dinas Lingkungan Hidup Gianyar di Wantilan Banjar Lebah, Desa Keramas, Sabtu 7 Maret 2020.

Akibat kondisi tersebut, petugas pemungut sampah kuwalahan saat menjalankan tugasnya. Dikatakannya, satu petugas hanya bisa mengangkut sampah untuk 20 rumah.

Karena itu, pihaknya kini terus membina masyarakat desa agar tak selalu berpikir tentang membuang sampah. “Harapan kami sampah agar dikelola, terutama yang organik untuk pengkomposan,” jelasnya.

Plt Kepala DLH Gianyar Wayan Kujus Pawitra mengatakan Pemkab Gianyar terus membina masyarakat agar berperan lebih intensif dalam penanganan sampah. Menurutnya, saat ini perilaku hidup bersih melalui pengelolaan sampah sudah menjadi kebutuhan.

Baca Juga : Satu dari Dua Pasien Positif Virus Korona Terbaru Berasal dari Klaster Jakarta

Kujus Pawitra berharap penciptaan lingkungan bersih dan sehat dimulai dari kaum perempuan. Karena mereka merupakan pengendali sampah pertama dalam lingkungan keluarga.

Kujus menambahkan pengendalian sampah penting dilakukan dengan pendekatan kearifan lokal masyarakat zaman dulu. Dulu, masyarakat ke pasar tidak menggunakan plastik. “Dulu, ibu-ibu jika ke pasar membeli barang dagangan memakai penarak (bakul), keranjang, dan sejenisnya. Makanan atau bahan makanan dibungkus daun-daunan dan kertas,” ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini