nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Afghanistan Lantik 2 Presiden Bersamaan

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 10 Maret 2020 11:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 10 18 2180932 afghanistan-lantik-2-presiden-bersamaan-5kFSXB06OO.jpg Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (kanan) dan saingannya Abdullah Abdullah (kiri). (Foto: VOA)

KABUL - Presiden terpilih Afghanistan Ashraf Ghani dan saingan pemilunya, Abdullah Abdullah, sama-sama melangsungkan upacara pengambilan sumpah jabatan sebagai presiden pada Senin, 9 Maret 2020. Langkah kedua pihak yang berseteru itu meningkatkan ketegangan politik di Afghanistan dan memunculkan tantangan baru bagi usaha perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Kedua upacara itu awalnya mengalami penundaan selama beberapa jam sehubungan upaya diplomasi AS untuk menyelesaikan krisis politik yang terjadi.

BACA JUGA: Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Terpilih Kembali, Oposisi Ancam Bentuk Pemerintahan Tandingan

Ghani yang pertama kali melangsungkan upacara pelantikan. Beberapa tamu asing yang terlihat hadir adalah utusan khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, dan Komandan Pasukan Internasional dari AS, Scott Miller.

Diwartakan VOA, Selasa (10/3/2020), Abdulah dilantik dalam sebuah upacara di kantornya. Kedua acara pelantikan itu disiarkan secara langsung oleh televisi-televisi Afghanistan, dan beberapa di antaranya menayangkan kedua acara itu dalam satu layar.

Komisi Pemilu Afghanistan, bulan lalu, menyatakan bahwa Ghani sebagai pemenang pemilihan presiden 28 September lalu yang berlangsung sengit.

Namun, Abdullah, yang saat ini menjabat sebagai kepala eksekutif menolak hasil itu. Ia menyatakan pemilu itu telah dicurangi, dan bahwa ia dan timnya telah memenangkan pemilu dan mengancam akan membentuk pemerintah sendiri.

BACA JUGA: Presiden Afghanistan Belum Sepakat Bebaskan Tahanan Taliban

Pada Minggu, 8 Maret 2020, Wakil Juru Bicara Kepresidenan, Durrani Waziri, mengatakan kepada VOA, perencanaan telah digelar bagi pelantikan Ghani untuk masa jabatan kedua.

Ia mengatakan, Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengundang perwakilan dari semua misi diplomatik di Kabul untuk menghadiri acara pelantikan itu di istana presiden, Senin pagi. Waziri mengatakan, Abdullah dan mantan presiden Hamid Karzai termasuk yang diundang dalam acara pelantikan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini