Komisi Pemilu Afghanistan, bulan lalu, menyatakan bahwa Ghani sebagai pemenang pemilihan presiden 28 September lalu yang berlangsung sengit.
Namun, Abdullah, yang saat ini menjabat sebagai kepala eksekutif menolak hasil itu. Ia menyatakan pemilu itu telah dicurangi, dan bahwa ia dan timnya telah memenangkan pemilu dan mengancam akan membentuk pemerintah sendiri.
BACA JUGA: Presiden Afghanistan Belum Sepakat Bebaskan Tahanan Taliban
Pada Minggu, 8 Maret 2020, Wakil Juru Bicara Kepresidenan, Durrani Waziri, mengatakan kepada VOA, perencanaan telah digelar bagi pelantikan Ghani untuk masa jabatan kedua.
Ia mengatakan, Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengundang perwakilan dari semua misi diplomatik di Kabul untuk menghadiri acara pelantikan itu di istana presiden, Senin pagi. Waziri mengatakan, Abdullah dan mantan presiden Hamid Karzai termasuk yang diundang dalam acara pelantikan tersebut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.