DBD Terus Makan Korban, Gubernur NTT Instruksikan Tim Medis Siaga 1

Adi Rianghepat, Okezone · Selasa 10 Maret 2020 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 340 2181053 dbd-terus-makan-korban-gubernur-ntt-instruksikan-tim-medis-siaga-1-kZZJjFxQ4r.jpg Victor Laiskodat. (Foto: Istimewa)

KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat menginstruksikan seluruh dokter dan paramedis di wilayahnya, untuk Siaga 1 melayani pasien demam berdarah dengue (DBD).

“Tidak hanya dokter, semua paramedis dan fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas dan rumah sakit semuanya harus siaga layani pasien DBD," kata Viktor melalui Kepala Biro (Karo) Humas Sekretariat Daerah (Sekda) NTT, Marius Ardu Jelamu kepada Okezone, Selasa (10/3/2020).

Menurut dia, instruksi gubernur itu bersifat wajib dilaksanakan di semua kabupaten dan kota provinsi berbasis kepulauan itu.

Pelayanan dan penanganan kepada pasien harus diutamakan. Prosedur pelayanan yang mengutamakan administratif harus dikesampingkan, demi penyelamatan nyawa pasien.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Selain siaga pelayanan, kata Marius, Viktor juga menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota untuk melakukan aksi nyata dan cepat untuk kebersihan lingkungan. Aksi bersih lingkungan diperlukan untuk memastikan tak ada lagi lokasi yang jadi basis pembiakan nyamuk aedes aegypti, pembawa DBD.

Baca juga: Korban Meninggal Akibat DBD di Sikka NTT Bertambah Jadi 14 Orang

"Aksi kerja nyata bersih lingkungan harua dilakukan mulai dalam keluarga, rumah tempar tempat tinggal dan di lingkungan seluruh pelosok wilayah ini," kata Marius.

"Menutup, menguras dan mengubur barang yang berpotensi jadi sarang nyamuk wajib dilakukan," tambahnya.

Secara kelembagaan, Pemerintah NTT sudah menerjunkan tim medis khusus dan bantuan obat-obatan, untuk sejumlah daerah terutama di Kabupaten Sikka sebagai daerah yang paling parah wabah DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Sikka Petrus Helermus mengatakan jumlah kasus DBD di daerah itu terus bertambah. Hingga Selasa 10 Maret, jumlah korban meninggal menjadi 14 orang dengan jumlah kasus mencapai 1.215.

Jumlah ini mengalami peningkatan dari sebelumnya 1.195 kasus, dan korban meninggal 13 orang.

"Ada penambahan 20 kasus dan 1 meninggal," ucapnya.

"Seluruh upaya sudah dilakukan berjenjang hingga dari Kementerian Kesehatan RI yang menerjunkan tim medis dan peralatan serta obat-obatan," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini