Jerapah Putih yang Sangat Langka Jadi Korban Pemburu Liar di Kenya

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 11 Maret 2020 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 11 18 2181536 jerapah-putih-yang-sangat-langka-jadi-korban-pemburu-liar-di-kenya-GgVE8eyxYO.jpg Foto: Hirola Conservancy.

DUA jerapah putih yang sangat langka telah dibunuh oleh pemburu liar di Kenya timur laut, kejadian itu dilaporkan oleh para konservasionis. Pasukan penjaga hutan telah menemukan bangkai jerapah betina itu dan anaknya di sebuah desa di Garissa County, Kenya timur laut.

Para konservasionis mengatakan bahwa jerapah putih ketiga saat ini masih hidup. Dia diperkirakan merupakan satu-satunya jerapah putih yang tersisa di dunia.

Manajer Konservasi Komunitas Ishaqbini Hirola, Mohammed Ahmednoor, mengatakan dua jerapah yang terbunuh itu terlihat terakhir lebih dari tiga bulan lalu.

"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi komunitas Ijara dan Kenya secara keseluruhan. Kami adalah satu-satunya komunitas di dunia yang merupakan penjaga jerapah putih," kata Ahmednoor dalam sebuah pernyataan yang dilansir BBC, Rabu (11/3/2020).

"Pembunuhannya merupakan pukulan terhadap langkah-langkah luar biasa yang diambil oleh masyarakat untuk melestarikan spesies langka dan unik dan seruan untuk terus mendukung upaya konservasi," tambahnya.

Berita tentang jerapah putih menyebar ke seluruh dunia setelah mereka tertangkap kamera pada tahun 2017. Penampilan putih mereka disebabkan oleh kondisi langka yang disebut leucism, yang menyebabkan sel-sel kulit tidak memiliki pigmentasi.

Hingga berita ini diturunkan, para pemburu belum diidentifikasi, dan motif mereka masih belum jelas.

Kenya Wildlife Society, badan konservasi utama di negara Afrika Timur itu, mengatakan sedang menyelidiki pembunuhan itu.

Konservasinya berada di area yang luas tanpa pagar. Ada juga desa di dalam kawasan konservasi.

Menurut keterangan pihak konservasi dalam situs webnya, jerapah putih pertama kali ditemukan di Kenya pada Maret 2016, sekira dua bulan setelah terlihat di negara tetangga, Tanzania.

Sementara informasi dari Africa Wildlife Foundation menyebutkan bahwa sekira 40% populasi jerapah telah menghilang dalam 30 tahun terakhir dan perburuan untuk daging dan kulit terus berlanjut. Serikat Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mengatakan, populasi hewan itu meningkat dari sekitar 155.000 pada 1985 menjadi 97.000 pada 2015.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini