Momen Sang Ayah Bertaruh Nyawa Gendong Bayi Lewati Sungai Berarus Deras

Herman Amiruddin, Okezone · Rabu 11 Maret 2020 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 11 609 2181367 momen-sang-ayah-bertaruh-nyawa-gendong-bayi-lewati-sungai-berarus-deras-DKdtrSIwrK.jpg Warga Maros kesulitan akses jembatan (Foto: Okezone/Herman)

MAKASSAR - Pasangan suami istri Ridwan (35) dan istrinya Iska warga di pelosok pedesaan tepatnya di Dusun Makmur, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan, terpaksa harus berjuang menggendong bayi perempuannya yang berusia 4 bulan saat menyeberangi sungai tiap kali keluar dari kampung.

Ridwan bersama Istri sehari-harinya keluar masuk kampung, untuk berkunjung ke rumah mertuanya di Kampung Sepe-sepe.

Saat keluar dari Dusun Makmur ia harus menggendong bayinya dengan hati-hati, saat menyebrangi sungai.

"Iya saya tidak takut menyeberang gendong membawa bayi. Ya ini sudah biasa, ini sudah biasa terjadi di sini," kata Ridawan kepada Okezone saat ditemui Selasa 10 Maret 2020

Pasangan suami istri ini terpaksa memilih jalur di tengah sungai yang arusnya deras, karena ini adalah satu-satunya akses terdekat untuk menuju ke kampung sebelahnya.

Sementara untuk jalan alternatif lainnya, warga terpaksa harus berjalan kaki sejauh 30 kilometer melintasi jalan pegunungan yang curam dan bebatuan.

Warga Maros seberangi sungai (Foto: Herman)

"Saya di sini Kampung Pattiro, mau pergi ke Kampung Sepe-sepe, karna di situ rumah mertuaku," ujar Ridwan.

Ia nekat membawa bayinya yang masih berusia 4 bulan itu, karena dirasanya ini sudah hal yang biasa ditengah kampung.

Ia bersama sang istri menyebrangi sungai bebatuan ini, meski terlihat berbahaya namun tak sedikitpun rasa takut dari wajah pasangan suami istri ini.

"Ya waktu nyebrang perasaan takut juga. Takut sama bayi ini. Nama bayi saya ini namanya Putri usianya empat bulan," kata Ridwan

Ridwan berharap pemerintah bisa membuatkan jembatan gatung yang bisa dilalui warga.

Selama puluhan tahun tidak ada jembatan yang menghubungkan ke Dusun Makmur dari kampung Pattiro. Warga pun terpaksa menyebrangi sungai deras yang berbahaya.

Kondisi seperti ini sudah dialami, sejak bertahun-tahun akibat tidak memiliki akses jembatan penghubung di wilayah mereka.

Sehingga warga terpaksa menyebrangi sungai ini yang menjadi satu-satunya akses yang bisa mereka lalui.

Meski tidak punya pilihan lain dan terlihat berbahaya, namun warga kampung yang berjumlah sekitar ratusan penduduk ini, tetap semangat menjalani aktivitas sehari-hari untuk menafkahi keluargnya, dari bertani maupun berkebun.

Sementara itu, jembatan yang telah lama dinanti warga dusun ini tak kunjung dibangun oleh pemerintah.

"Jika musim penghujan datang air sungai akan naik hanya sedikit warga yang bernyali untuk menyebrangi sungai tersebut," kata Saprianto yang juga warga Dusun Makmur.

Sehingga warga berharap agar pemerintah segera membuatkan jembatan gantung agar bisa dilalui warga setempat.

Sebelumnya, baru-baru ini, Dusun Makmur Desa Bontomanurung Tompobulu, Maros ramai Dibicarakan pasca adanya pejabat yang berkunjung dan menyebrangi suangi di kampung itu.

Foto-foto pejabat itu viral dan pada foto itu terlihat dibantu oleh warga saat menyeberangj sungai, adalah Wakil Ketua DPRD Sulsel muzayyin arif

Dia menyeberangi sungai dari Dusun Nakmur Desa Bontomanurung, Ke dusun Sejahtera untuk memenuhi undangan warga setempat.

Legislator tersebut rencananya, akan segera melapor ke Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah untuk dianalisis apakah pembangunan jembatan merupakan domain Pemprov Sulsel ataukah Pemkab Maros.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini