Share

7 Warga Banten dalam Pengawasan Terkait Korona, Ruang Isolasi Akan Dibangun

Rasyid Ridho , Sindonews · Kamis 12 Maret 2020 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 12 340 2182182 7-warga-banten-dalam-pengawasan-terkait-korona-ruang-isolasi-akan-dibangun-HUS1U0S6II.jpg Antisipasi penyebaran virus korona. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menyebut sebanyak tujuh warganya berstatus orang dalam pengawasan (ADP) virus korona atau Covid-19. Mereka ada yang baru pulang dari ibadah umrah dan ada yang melakukan perjalanan ke negara terjangkit virus korona.

"Di Banten ada tujuh dalam pengawasan. Ada yang pulang umrah, luar negeri. Aktivitas dipantau dan diawasi. Tapi belum ada indikasi yang terkena sampai hari ini," ujar Wahidin kepada wartawan, Rabu 11 Maret 2020.

Baca juga: KRL Bogor-Jakarta Riskan Korona, Istana Yakin Protokol Kesehatan Telah Dijalankan 

Guna mengantisipasi lonjakan pasien yang terindikasi terjangkit virus korona, Wahidin mengungkapkan sudah meminta bantuan kepada para pengusaha untuk membangun ruang isolasi dan menyediakan peralatan medisnya.

"Tadi malam saya mengundang beberapa pengusaha untuk membantu membangun ruang isolasi, pengusaha terlibat, alatnya," ucap dia.

Wahidin mengungkapkan, butuh anggaran sebesar Rp12 miliar untuk membangun ruangan yang berstandar WHO. Namun, lokasi pembangunan ruang isolasi belum ditentukan di rumah sakit mana.

"Kita akan membangun ruangan (isolasi). Anggaran Rp12 miliar. Kita minta pengusaha berpartisipasi. Tempatnya kita rahasiakan," ujarnya.

Baca juga: Korona Makin Mengganas, Kenali Tiga Gejala Awal Covid-19 

Sekadar diketahui, ada dua rumah sakit rujukan yang sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan di Provinsi Banten. Keduanya yakni RSUD Kabupaten Tangerang dan RS dr Drajat Prawiranegara Serang.

Rumah sakit rujukan itu dipilih karena sudah memiliki masing-masing empat ruang isolasi yang siap menampung para pasien terindikasi penyakit infeksi.

"Banyak (ruangan isolasi yang akan dibangun). Ada tiga, ada empat. Kita menyentuh tanggung jawab sosial (pengusaha) ada enggak," tandasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini