CHRISTCHURCH - Seremoni peringatan aksi penembakan dua masjid di Christchurh, Selandia Baru akan berjalan sesuai rencana pada akhir pekan ini.
Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern, dalam pernyataan Jumat (13/3/2020) menyebut serangan setahun lalu telah mengubah situasi negaranya.
Kegiatan peringatan sekaligus doa bersama bagi korban penembakan Christchurch digelar di dua masjid lokasi peristiwa, Al Noor dan Linwood, juga sebuah pusat komunitas setempat.
Ratusan orang diperkirakan menghadiri acara pada Minggu 15 Maret 2020 tersebut, termasuk keluarga serta kerabat korban.

"Tantangan bagi kita sebagai warga Selandia Baru adalah menghindari perilaku diskriminasi, pelecehan, rasisme, maupun perisakan dalam setiap kesempatan lalu menyampaikannya secara luas sebagai sebuah negara," kata PM Ardern dalam sambutannya seperti dilansir dari Reuters.
Acara peringatan serangan bersenjata yang menewaskan 51 orang tersebut masih mungkin dibatalkan mengingat kewaspadaan terhadap penularan virus korona (Covid-19).
Ardern menyebut dalam pidatonya masih akan menanti perkembangan situasi wabah tersebut, sebelum mengambil keputusan akhir jelang acara.
Petugas keamanan sudah disiapkan untuk mengamankan acara tersebut, terlebih adanya laporan teror terbaru melalui media sosial terhadap komunitas muslim belakangan ini.
Hal tersebut diperkirakan dilakukan simpatisan sayap kanan ekstrim, termasuk simpatisan pelaku penyerangan Brandon Tarrant.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.