JAKARTA – Prancis merupakan salah satu negara di Eropa yang mengalami dampak terburuk dari wabah virus korona (COVID-19), dengan sedikitnya 5.400 kasus yang telah dikonfirmasi dan 120 korban meninggal.
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Prancis, Arrmantha Nasir mengatakan bahwa Kedutaan Besar RI (KBRI) di Paris telah memantau perkembangan situasi sejak kasus pertama COVID-19 dilaporkan di Prancis pada akhir Januari 2020, dan telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
“KBRI Paris telah aktif memberikan informasi secara reguler dan mengimbau WNI di Prancis untuk berhati hati, menjaga diri, dan mengikuti arahan otoritas kesehatan setempat terkait COVID-19,” demikian disampaikan Dubes Arrmanatha melalui pesan singkat kepada media.
Sebuah grup koordinasi juga telah diaktifkan oleh KBRI Paris dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Marseille, yang terhubung dengan perwakilan warga negara Indonesia (WNI), Pelajar Indonesia (PPI), dan Asosiasi Indonesia di Prancis, untuk mendapatkan informasi terkini kondisi WNI di seluruh wilayah Prancis.
“Dari koordinasi dengan group tersebut WNI masih dalam keadaan baik.... Kita terus monitor setiap hari,” kata Arrmanatha.
Sementara di lingkungan KBRI Paris telah dilakukan langkah-langkah seperti pengecekan suhu tubuh bagi setiap orang yang memasuki gedung KBRI, menyediakan hand sanitizer yang digunakan oleh staf dan tamu KBRI.
Para tamu juga diminta untuk mengisi formulir data kontak yang dapat dihubungi dan pernyataan tidak pernah berada di lokasi yang diketahui banyak penyebaran COVID-19 baik di Prancis maupun luar Prancis dalam 14 hari terakhir.