Iran Sebut Sanksi Unilateral AS Perberat Upaya Lawan Wabah Corona

Medikantyo, Okezone · Kamis 19 Maret 2020 21:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 18 2186142 iran-sebut-sanksi-unilateral-as-perberat-upaya-lawan-wabah-corona-N9Ak0mhN0D.jpeg Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif (Foto: Okezone.com/Istimewa)

JAKARTA - Iran merasa keberatan dengan sanksi unilateral baru yang diterapkan Amerika Serikat, terlebih ketika harus menghadapi krisis pandemi virus corona (COVID-19). Tekanan ekonomi terbaru itu, membuat Pemerintah Iran kesulitan memenuhi kebutuhan masyarakatnya, termasuk layanan kesehatan selama wabah Covid-19.

"Sanksi yang diterapkan oleh Amerika Serikat membuat kami hampir mustahil menyediakan obat-obatan serta perangkat kesehatan selama masa sulit ini. Bahkan, banyak perusahaan memilih untuk patuh pada sanksi tersebut," kata Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, dalam pernyataan resmi yang diterima Okezone.

Javad menyebut tantangan besar bagi Iran, dalam bentuk sanksi serta pandemi virus corona, datang dalam suasana di mana seharusnya masyarakat Iran merayakan Norouz. Momentum ini merupakan perayaan tahun baru tradisional Persia sekaligus bertepatan dengan hari pertama musim semi di Iran.

"Tekanan seluruh pihak yang bersekutu melakukan tekanan melalui langkah unilateral secara agresif, berdampak pada situasi Iran saat ini. Namun, saya percaya rakyat Iran akan bersatu untuk keluar dari situasi sulit ini sebagai bangsa yang lebih kuat serta memiliki kepedulian sosial lebih besar," kata Javad menambahkan.

Berdasarkan data pada Kamis (19/3/2020), Iran menjadi negara dengan kasus kedua terbanyak terjangkit virus corona di Asia. Terdapat sekitar 18.407 kasus positif pengidap virus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 1.284 orang. Sementara itu sudah ada 5.710 pasien yang dinyatakan sembuh.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini