nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Senegal dan Pantai Gading Menyatakan Darurat Virus Corona

Rachmat Fahzry, Okezone · Selasa 24 Maret 2020 10:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 24 18 2188079 senegal-dan-pantai-gading-menyatakan-darurat-virus-corona-wtAEoB1DMQ.jpg Partikel virus korona atau Covid-19. (Foto/WebMD)

DAKAR - Presiden Pantai Gading dan Senegal, dua negara ekonomi terbesar di Afrika Barat, menyatakan keadaan darurat virus corona pada Senin, 23 Maret 2020.

Efek status darurat itu, kedua pemerintah memberlakukan jam malam dan pembatasan perjalanan demi menghambat penyebaran Covid-19.

Virus corona menyebar dengan cepat, dan telah menginfeksi lebih dari 1.700 orang di 45 negara Afrika.

Baca juga: Macron Tolak Berlakukan Lockdown Total di Tengah Pandemi COVID-19 di Prancis

Baca juga: PM Selandia Baru Minta Warga Bantu Melawan Virus Corona

Senegal mendaftarkan 12 kasus baru pada Senin sehingga totalnya menjadi 79, sementara Pantai Gading telah mencatat 25 kasus Covid-19.

Pekan lalu, Senegal menghentikan penerbangan komersial internasional, dan Pantai Gading menutup klub malam dan bioskop. Namun dalam pidato televisi, kedua presiden mengatakan langkah-langkah itu terbukti tidak cukup.

"Jika kita terus bersikap seolah-olah seperti masalah, virus akan menyebar bahkan lebih besar dan agresif," kata Presiden Senegal Macky Sall menyitir Reuters, Selasa (24/3/2020).

Sall mengatakan pejabat administrasi akan diberdayakan untuk melarang pertemuan publik, menutup ruang publik dan membatasi transportasi antara berbagai daerah.

Di Pantai Gading, Presiden Alassane Ouattara juga memberlakukan jam malam, menutup semua restoran.

"Dalam pertarungan yang kami lakukan melawan penyebaran COVID-19, musuh utama kami tidak disiplin dan tidak menghormati perintah pencegahan," kata Ouattara, merujuk virus corona.

Presiden Afrika Selatan, yang memiliki kasus paling banyak di benua itu, memerintahkan pembatasan wilayah atau lockdown selama tiga minggu secara nasional, yang dimulai pada Kamis, 26 Maret 2020.

Negara-negara lain di Afrika Barat seperti Mauritania dan Burkina Faso, negara yang paling terpukul di kawasan ini dengan 99 kasus dan empat kematian, juga mengumumkan jam malam dalam beberapa hari terakhir.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini