nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Corona, AS Cabut Larangan Pembuatan Sarung Tangan Medis Asal Malaysia

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 25 Maret 2020 16:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 25 18 2188880 dampak-corona-as-cabut-larangan-pembuatan-sarung-tangan-medis-asal-malaysia-hXMdq5toUJ.jpg Ilustrasi. (Foto/Shutterstock)

KUALA LUMPUR - Amerika Serikat (AS) mencabut larangan pembuatan sarung tangan medis asal Malaysia yang dituduh AS menggunakan kerja paksa

Pencabutan larangan itu di tengah lonjakan permintaan untuk alat pelindung diri medis untuk memerangi krisis virus corona.

Perlindungan Bea Cukai dan Perbatasan AS (CBP) pada Selasa (24 Maret) mengatakan sarung tangan karet sekali pakai yang dibuat oleh WRP Asia Pacific Sdn Bhd setelah 16 Maret 2020, akan diterima di semua pelabuhan masuk AS.

Baca juga: Sembuh dari Virus Corona, Begini Kesaksian Dokter Markus

Baca juga: Bantu Perang Melawan COVID-19, Singapura Sumbangkan Empat Thermal Scanner untuk Batam

Larangan yang diberlakukan pada WRP pada bulan September "dicabut berdasarkan informasi baru-baru ini yang diperoleh CBP yang menunjukkan perusahaan tidak lagi memproduksi sarung tangan karet dalam kondisi kerja paksa", kata CBP dalam pernyataan itu.

"Kami sangat senang bahwa upaya ini berhasil mengurangi risiko rantai pasokan yang signifikan dan menghasilkan kondisi kerja yang lebih baik, dan perdagangan yang lebih patuh," kata Brenda Smith, asisten komisaris eksekutif CBP untuk kantor perdagangan mengutip Channel News Asia, Rabu (25/3/2020).

WRP, yang memiliki kapasitas untuk memproduksi lebih dari 11 miliar sarung tangan per tahun, tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Malaysia adalah produsen sarung tangan medis terbesar di dunia.

Sarung tangan medis dalam permintaan besar karena penyebaran virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 377.000 orang di 194 negara dan lebih dari 16.500 kematian.

Amerika Serikat adalah konsumen sarung tangan medis terbesar di dunia per orang.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini