Jutaan Obat Palsu COVID-19 Banjiri Pasar di Tengah Pandemi Virus Corona

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 26 Maret 2020 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 26 18 2189368 jutaan-obat-palsu-covid-19-banjiri-pasar-di-tengah-pandemi-virus-corona-NxNg3rUn9o.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

DEN HAAG - Jutaan obat palsu, peralatan medis, dan masker yang dijual sebagai obat untuk virus corona baru (COVID-19) "membanjiri" pasar sebagai tanggapan atas kekurangan suplai. Peringatan itu disampaikan oleh badan kepolisian Eropa pada Rabu (25/3/2020).

"Distribusi barang palsu atau di bawah standar telah menjadi bidang utama kegiatan kriminal sehubungan dengan pandemi Covid-19," kata Juru Bicara Europol Jan Op Gen Oorth sebagaimana dilansir AFP, Kamis (26/3/2020).

Jutaan produk telah diambil dari pasaran dalam beberapa pekan terakhir karena mereka secara tidak akurat mengklaim untuk menyembuhkan atau melindungi terhadap virus corona.

"Pemalsu (sekarang) mengambil keuntungan dari situasi ini dengan membanjiri pasar kami dengan barang-barang palsu sebagai tanggapan atas kekurangan," kata Oorth.

Pejabat hukum di 90 negara pada awal Maret melakukan operasi yang didukung oleh Europol yang mendapati 4,4 juta unit obat-obatan terlarang dan menyitanya.

"Operasi Pangea" melihat para pejabat menyita hampir 34.000 masker bedah dan pembubaran 37 kelompok kejahatan terorganisir. Sekira 121 tersangka ditangkap.

Operasi itu juga menghasilkan penutupan 2.500 tautan ke produk yang terkait dengan Covid-19 di situs web, jejaring sosial, pasar online, dan iklan.

Obat-obatan palsu termasuk obat antivirus, antibiotik, parasetamol, ibuprofen dan antimalaria, seperti kloroquin dan hidroksi kloroquin, yang diklaim beberapa vendor sebagai perawatan untuk Covid-19. Europol juga melaporkan adanya vaksin, sanitiser dan tes diagnostik palsu Covid-19 yang dijual.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini