Satu Pasien dalam Pengawasan Covid-19 Asal Bengkulu Wafat

Demon Fajri, Okezone · Kamis 26 Maret 2020 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 26 340 2189529 satu-pasien-dalam-pengawasan-covid-19-asal-bengkulu-wafat-X7G3UuKgih.jpg ilustrasi

BENGKULU - Seorang berinisial ZR (77) berjenis kelamin perempuan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan gejala klinis virus corona atau Covid-19, warga Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, meninggal dunia, pada Kamis 26 Maret 2020, sekira pukul 10.45 WIB.

Pasien itu sebelumnya telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, selama 2 hari terhitung sejak Selasa 24 Maret 2020, pukul 20.31 WIB. Di mana pasien dirawat di ruang isolasi rumah sakit tersebut. Perempuan itu dinyatakan meninggal dunia, setelah mengalami perburukan klinis gagal nafas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, satu kasus PDP pada hari ini meninggal dunia. Di mana spesimen swab (cairan) tenggorakan pasien sudah diambil, dan dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP), Palembang, Sumatera Selatan.

"Satu kasus PDP yang dirawat di Rumah Sakit M Yunus Bengkulu, meninggal dunia. Spesimen pasien sudah diambil dan dikirim ke Palembang," kata Herwan, saat konfrensi pers di Dinkes Provinsi Bengkulu, Kamis (26/3/2020), sore.

Ditambahkan Wakil Direktur Pelayanan Umum dan Medik, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, Ismir Fahri, kasus PDP perempuan yang meninggal dunia, pada hari ini memiliki riwayat perjalanan membesuk pasien disalah satu rumah sakit Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu 15 Maret 2020.

Pada Senin 16 Maret 2020, kata Ismir, perempuan 77 itu kembali ke Kota Bengkulu. Satu hari kemudian atau pada Selasa 17 Maret 2020, perempuan berinisial ZR tersebut mengeluhkan demam, lalu berobat ke dokter, dengan gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) di rujuk ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Bengkulu, dan dirawat.

Beberapa hari dirawat di rumah sakit swasta terjadi pemburukan dan timbul sesak nafas berat, terjadinya perburukan pheumonia dalam waktu singkat itu adalah salah satu ambang kewaspadaan.

Dengan diagnosis awal DBD dengan komplikasi pneumonia. Sementara diagnosis akhir, pheumonia viral berat dengan DBD dan cardiomegali plus PDP Covid-19.

Baca Juga : Berikut Rincian Pasien Virus Corona yang Dirawat RSPI Sulianti Saroso

Sehingga, jelas Ismir, pasien diterima di RSUD M Yunus. Pada Selasa 24 Maret 2020 dan Rabu 25 Maret 2020, spesimen swab tenggorokan pasien sudah diambil dan dikirimkan ke BTKLPP, Palembang, Sumatera Selatan.

Pasien yang meninggal dunia, lanjut Ismir, sudah dilakukan tata laksana penguburan sesuai dengan SOP. Di mana pasien juga sudah diserahterimakan ke pihak keluarga duka, dan telah dimakamkan. "Tata laksana sudah dilakukan, pasien gagal nafas dan sudah dinyatakan meninggal dunia pada Kamis 26 Maret 2020, pukul 10.45 WIB," jelas Ismir.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini