Jumlah ini, kata Jokowi, belum digabungkan dengan masyarakat yang menggunakan moda transportasi lain untuk meninggalkan Jabodetabek.
“Ini belum belum dihitung arus mudik yang menggunakan transportasi lainnya, misalnya kereta api maupun kapal dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi,” ungkapnya.
Jokowi berujar, arus mudik yang lebih cepat dari biasanya ini utamanya dilakukan oleh para pekerja informal yang berada di Jabodetabek. Mereka terpaksa meninggalkan perantauan karena pendapatannya menurun atau bahkan tidak ada akibat kebijakan pembatasan sosial pandemi Covid-19 ini.
“Oleh sebab itu di tengah merebaknya pandemi Covid-19, adanya mobilitas orang yang sebsar itu sangat berisiko memperluas penyebaran covid-19,” tutupnya.
(Awaludin)