Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pandemi Corona, 300 Santri Di-Screening saat Pulang ke Bali

Agregasi Balipost.com , Jurnalis-Kamis, 02 April 2020 |02:04 WIB
Pandemi Corona, 300 Santri Di-<i>Screening</i> saat Pulang ke Bali
300 santri yang pulang ke Bali dari Jawa Timur dilakukan screening oleh petugas (Foto : Balipost)
A
A
A

BALI – Sekira 300 santri yang menempuh pendidikan di sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur dipulangkan ke Buleleng Rabu 1 April 2020. Ratusan anak-anak dan orang dewasa itu menyabar di Kecamatan Gerokgak, Seririt, Banjar, Buleleng, dan Kecamatan Sukasada.

Menyusul penyebaran wabah corona, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan screening sesuai dengan protap yang sudah dikeluarkan pemerintah pusat. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Sekkab Buleleng Gede Suyasa saat memberi data update perkembangan kasus COVID-19 mengatakan, pemulangan ratusan siswa pondok pesantren tersebut telah diketahui oleh tim gugus tugas.

Dari penelusuran, para santri tersebut dijadwalkan tiba di Buleleng dengan angkutan bus pariwisata itu mulai tanggal Rabu (1/4) hingga Jumat (3/4). Dari laporan gugus tugas di kecamatan dan desa/ kelurahan bersama Polisi dan TNI sudah ada anak pondok pesantren yang tiba di Buleleng.

Mereka itu adalah siswa yang berasal dari Buleleng, namun mengikuti pendidikan pesantren di beberapa daerah di Jawa Timur (Jatim). Sejak penyebaran wabah COVID-19 merebak dan diikuti kebijakan pembelajaran dalam jaringan (daring), sehingga para santri itu dipulangkan ke daaerah asal masing-masing. “Anak-anak ini orangtua mereka ber-KTP Buleleng, dan karena pendidikannya diliburkan, jadi mereka kembali ke rumahnya. Tadi para camat, aparat desa dan aparat terkait sudah memantau kedatangan mereka,” katanya.

Menurut Suyasa, mengikuti protap penanganan COVID-19, maka para santri itu sebelum ke rumahnya masing-masing identitasnya didata dan diwajibkan mengikuti screening, seperti pemeriksaan suhu badan dan penyemprotan dengan disinfektan. Selain itu, selama 14 hari ke depan, tim gugus tugas di wilayah bersangkutan ditugaskan melakukan pemantauan perkembangan kondisi kesehatan para santri tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement