nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Napi di Jatim Dibebaskan Antisipasi Penyebaran Covid-19

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 03 April 2020 17:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 03 519 2193749 ratusan-napi-di-jatim-dibebaskan-antisipasi-penyebaran-covid-19-e8rP5xBTQ8.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TUBAN – Merebaknya virus corona (Covid-19) membuat Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), mengambil langkah membebaskan warga binaan yang telah memenuhi persyaratan.

Sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Timur sudah mulai membebaskan warga binaannya, guna menjalani asimilasi rumah, sebagaimana diatur oleh Keputusan Menteri (Kepmen) UU Nomor 10 tahun 2020 dan Permen Nomor 19 Tahun 2020.

Di Kabupaten Tuban misalnya, sebanyak 33 warga binaan dari Lapas Kelas II B Tuban dibebaskan dan menjalani asimilasi rumah. Pembebasan 33 warga ini dilakukan pada Kamis 2 April 2020. Mereka dilepas langsung oleh Kalapas Tuban, Siswarno.

Warga Binaan yang bebas angsung sujud syukur di depan Lapas Kelas II B. Mereka bersyukur bisa menghirup udara bebas, meskipun harus menjalani asimilasi di rumah masing-masing.

Infografis Okezone

“Kami sampaikan untuk Lapas Tuban, sejak kemarin Kamis telah membebaskan sebanyak 24 orang warga binaan untuk menjalani asimilasi di rumah, sedangkan hari Rabu telah mengeluarkan 9 orang, jadi total ada 33 orang,” ungkap Kalapas Kelas II B Tuban Siswarno, melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (4/4/2020).

Baca juga: 1 Staf Positif Corona, Gedung KSP Dikosongkan

Ia memastikan warga binaan yang dibebaskan telah memenuhi persyaratan, sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku.

“Warga binaan yang memenuhi persyaratan administratif dan substantif berdasarkan Permenkumham,” imbuhnya.

Di Kabupaten Ponorogo, sebanyak 23 warga binaan di Lapas Kelas II B Ponorogo, menghirup udara bebas. 

“Berdasarkan keputusan Kemenkumham, kami akan melaksanakan asimilasi rumah warga binaan yang Desember 2020 nanti, sudah melampaui dari dua pertiga masa pidananya,” tutur Kalapas Kelas II B Ponorogo, Arya Galung.

Nantinya, hingga 7 April 2020, pihaknya akan melakukan asimilasi terhadap 65 warga binaan yang telah memenuhi kriteria.  “Hingga saat ini masih kami data,” tambahnya.

Hal serupa terjadi di Tulungagung, Lapas Kelas II B membebaskan 233 warga binaan tindak pidana umum. Jumlah tersebut merupakan narapidana yang telah menjalani dua pertiga hukuman.

“Pembebasan bersyarat 233 napi tersebut sesuai dengan program Kemenkumham sesuai Permenkumham Nomor 10 tahun 2020, serta Keputusan Menkumham. Mereka yang menjalani dua pertiganya pemidanaan sampai dengan Desember tahun ini nanti itu diusulkan pengeluaran dalam bentuk asimilasi dan integrasi,” tutur Kasi Binadik dan Giatja Lapas Kelas II B Tulungagung, Dedi Nugroho.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini