nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penumpang KM Lambelu Lompat ke Laut saat Tahu ABK Positif Corona, Ini Kata DPRD NTT

Adi Rianghepat, Jurnalis · Selasa 07 April 2020 20:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 07 340 2195724 penumpang-km-lambelu-lompat-ke-laut-saat-tahu-abk-positif-corona-ini-kata-dprd-ntt-bj542QtNoU.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

KUPANG - Polemik karantina seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) KM Lambelu di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berlanjut, pasca-dipastikan tiga kru kapal milik Pelni itu positif Covid-19.

Pemerintah Kabupaten Sikka memutuskan untuk tidak mengizinkan kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Pertimbangan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi keterbatasan sarana dan prasarana serta paramedis di daerah tersebut.

Kondisi itu akhirnya membuat sejumlah penumpang melompat ke laut yang diduga panik dan ketakutan. Khawatir kondisi ini kian parah dan akan menimbulkan banyak korban, Anggota DPRD NTT Eman Kolfidus meminta Pemerintah Pusat melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk ambilalih penanganan.

"Kalau memang karantina terpusat di Sikka masih jadi polemik di antara masyarakat, saya mengusulkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bisa ambil alih penanganan persoalan ini," kata Eman kepada Okezone melalui telepon dari Maumere ibu kota Kabupaten Sikka, Selasa (7/4/2020), menjawab sikapnya selalu wakil rakyat untuk persoalan ini.

Baca Juga: 3 ABK KM Lambelu Diduga Positif Corona, Seluruh Penumpang Dilarang Turun ke Dermaga

Anggota Komisi V DPRD NTT yang membidangi kesehatan itu meminta agar jika dimungkinkan pemerintah pusat melalui Gugus Tugas segera mengambil alih masalah ini agar tak menimbulkan banyak korban.

Dengan segala kewenangan dan fasilitas yang dimiliki Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Eman mendorong para penumpang dijemput dan dievakuasi untuk dikarantina di Pulau Galang yang dibangun pemerintah.

"Ya mungkin KRI bisa datang mengevakuasi saja para penumpang dan dikarantina di Pulau Galang," kata politisi PDIP ini.

Dia mengatakan jika para penumpang terus berada di KM Lambelu dikhawatirkan akan ada masalah yang timbul. "Pun jika misalnya dievakuasi ke tempat lain menggunakan kapal (Lambelu) tersebut siapa yang bisa jamin tak ada masalah. Bisa jadi dalam perjalanan ada yang lompat ke laut," katanya.

Menurut dia, jika ditangani Gugus Tugas Covid-19 maka dipastikan akan ada banyak nyawa yang diselamatkan. "Ya tentu akan ada begitu banyak anak bangsa yang diselamatkan. Baik itu kru dan penumpang kapal, juga warga atau keluarga lain di Kabupaten Sikka," kata Eman Kolfidus.

Tim medis menemukan tiga orang ABK KM Lembelu positif Covid-19. Tiga orang itu satu ABK adalah petugas di kantin kapal yang berlayar dari Tarakan Kalimantan Timur dan Makassar dengan 233 penumpang dan kru tersebut.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini