nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pandemi Covid-19, Bupati Majalengka Ajak Para Pejabat Patungan Beli Masker & APD

Fathnur Rohman, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 22:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 08 525 2196317 pandemi-covid-19-bupati-majalengka-ajak-para-pejabat-patungan-beli-masker-apd-OhhsGxtXaO.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

MAJALENGKA - Kelangkaan alat pelindung diri (APD) di pasaran sangat dirasakan oleh seluruh tenaga medis di Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Selain tidak mudah di dapat, harganya pun saat ini terus meroket.

"Situasi harga APD saat ini tidak terkontrol dan harganya sangat mahal di pasaran," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Majalengka, dr Erni Harleni dalam keterangan yang diterima Okezone, Rabu (8/4/2020).

 Korban Covid-19

Erni menilai harga APD dipasaran mengalami kenaikan begitu tinggi. Ia mencontohkan, untuk harga masker bedah yang semula berkisar Rp25 ribu dengan isi 50 pcs per boxnya, kini naik menjadi Rp300 ribu. Selain itu pasokan APD juga mengalami ketersendatan.

"Barangnya (APD) itu sudah mahal, susah didapatkan, dan pasokannya tersendat," ujar Erni.

Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi tak menampik bahwa saat ini stok APD di pasaran mengalami kelangkaan. Ia mengaku pihaknya akan tetap membeli APD meski harganya mahal. Kelangkaan APD serta alat kesehatan juga menjadi salah satu kendala dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Masalahnya barang sangat sulit didapat. Jujur saja kalau pun ada mahal, kita tetap beli," ungkap Karna.

Ia menjelaskan, tim medis hanya satu kali menggunakan APD saat bertugas. Setelah itu, APD tersebut harus dihanguskan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Disampaikannya, Pemkab Majalengka telah menggelontorkan dana dari anggaran APBD Majalengka tahun 2020 untuk membeli APD. Karena meminta, para pejabat dilingkungan Pemkab Majalengka agar menyisihkan sebagian rezekinya secara sukarela, apabila anggaran yang digelontorkan itu dinilai kurang.

"Kita libatkan para pejabat untuk menyumbang masker dan pengadaan APD. Pembuatanya diarahkan pada konveksi di lingkungan rumahnya masing-masing," tutur Karna.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini