Koalisi Pimpinan Saudi Umumkan Gencatan Senjata di Yaman

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 09 April 2020 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 09 18 2196496 koalisi-pimpinan-saudi-umumkan-gencatan-senjata-di-yaman-iIgmdiH8Yz.jpg Foto: EPA.

SANAA - Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi pasukan Houthi di Yaman telah mengumumkan gencatan senjata, dalam upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima tahun. Menurut seorang sumber yang dilansir BBC, gencatan senjata itu akan mulai berlaku pada Kamis (9/4/2020). 

Koalisi yang didukung oleh kekuatan militer Barat itu telah berperang melawan pasukan Houthi yang bersekutu dengan Iran sejak Maret 2015.

"Pada kesempatan mengadakan dan mensukseskan upaya utusan PBB untuk Yaman dan untuk meringankan penderitaan saudara-saudara Yaman dan bekerja untuk menghadapi pandemi korona dan mencegahnya menyebar, koalisi mengumumkan gencatan senjata yang komprehensif untuk periode dua minggu, dimulai pada hari Kamis," demikian pernyataan dari pihak koalisi sebagaimana dilansir BBC, Kamis (9/4/2020).

Sejauh ini masih belum jelas apakah pasukan Houthi juga akan mematuhi gencatan senjata itu.

Bulan lalu Sekretaris Jenderal PBB António Guterres meminta pihak-pihak bertikai di Yaman untuk berhenti bertempur dan meningkatkan upaya untuk melawan kemungkinan mewabahnya virus corona (COVID-19) di negara penuh konflik itu.

Dia meminta pihak-pihak di negara itu untuk bekerja dengan Utusan Khusus PBB Martin Griffiths untuk mencapai de-eskalasi nasional.

"Semua pihak sekarang harus memanfaatkan kesempatan ini dan segera menghentikan semua permusuhan dengan sangat mendesak," kata Griffiths mengomentari gencatan senjata itu.

Kedua belah pihak diharapkan untuk mengambil bagian dalam konferensi video untuk membahas gencatan senjata, yang menyerukan penghentian semua permusuhan di udara, darat dan laut.

Konflik di Yaman telah membuat negara itu mengalami krisis kemanusiaan yang dinilai sebagai yang terburuk di dunia. Perang telah menelan banyak nyawa warga sipil dan meninggalkan negara itu di ambang kehancuran.

PBB telah menjadi perantara pembicaraan di masa lalu, tetapi ini akan menjadi yang pertama kali koalisi mengumumkan gencatan senjata di seluruh negeri.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini