nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langsungkan Pernikahan saat Lockdown, Pengantin, Pastur dan 50 Tamu di Afsel Ditangkap

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 09 April 2020 16:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 09 18 2196743 langsungkan-pernikahan-saat-lockdown-pengantin-pastur-dan-50-tamu-di-afsel-ditangkap-ZTPW8TFEBt.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

DURBAN - Sepasang pengantin, seorang pastur, dan 50 tamu pernikahan ditangkap di KwaZulu-Natal, Afrika Selatan pada Minggu (5/4/2020), karena melanggar penguncian (lockdown) virus corona (COVID-19) yang diberlakukan di negara itu, yang termasuk larangan pertemuan publik.

Polisi setempat tiba di pesta pernikahan setelah mereka diberi tip oleh pelapor.

"Sepasang suami istri ditangkap pada hari pernikahan mereka di Nseleni di KwaZulu-Natal karena melanggar aturan dan peraturan lockdown karena mereka memutuskan untuk tidak menunda hari besar mereka," tulis jurnalis Mzilikazi wa Afrika di akun Twitter-nya. Disertakan juga video pasangan tersebut dibawa ke dalam mobil polisi.

Menyusul penangkapan itu, Mduduzi Mhlongo, wali kota uMhlathuze, tempat pernikahan itu berlangsung, mengeluarkan pernyataan yang mengkritik orang-orang karena melanggar lockdown virus corona.

"Kami menangkap 50 orang di sebuah pernikahan ilegal di eNseleni. Kami juga menangkap seorang pendeta yang memimpin upacara dan semua yang hadir. Kami ingin memohon kepada orang-orang kami untuk mendengarkan apa yang dikatakan pemerintah.

"Jumlah orang yang terinfeksi virus korona semakin meningkat dan itulah sebabnya sangat penting bagi orang untuk tinggal di rumah. Kami memuji mereka yang telah mendengarkan instruksi," kata Mhlongo sebagaimana dikutip kantor berita Afrika Selatan Independent Media.

Penangkapan itu terjadi di tengah salah satu lockdown virus corona terketat di dunia di Afrika Selatan. Lockdown itu telah melarang semua gerakan tidak penting di seluruh negeri, termasuk larangan membeli rokok dan alkohol.

Berdasarkan data terbaru dari Universitas Johns Hopkins, ada lebih dari 1.800 kasus Covid-19 di Afrika Serlatan dan sedikitnya 18 korban meninggal.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini