"Merek hanya dibekali alat pelindung diri seadanya. Perempuan yang bekerja tenaga medis juga terdapat keterbatasan alat pelindung diri dan membuat mereka berisiko terpapar," katanya.
Ayu juga menyebut, saat ini pekerja perempuan banyak yang telah dirumahkan atau di-PHK. Berdasarkan catatan Kementerian Ketenagakerjaan per 1 April, sebanyak 1.983 perempuan kena PHK.
Baca Juga : Menteri PPPA : Belajar Tanpa Panduan Cukup dari Sekolah Jadi Beban Ibu
"Banyak juga perempuan pelaku kewirausahaan ultramikro yang terancam keberlangsungan usahanya karena tidak ada distributor. Bahkan jumlah nasabah program mekar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah mengalami penurunan," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.