Sarwo Edhy mencontohkan pada Tahun 2020 ini daerah yang telah menyelesaikan bangunan fisik Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Desa Nagrog , Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Daerah ini memiliki IP 200 dengan provitas 4.6.
"Rehabilitasi jaringan irigasi di desa Nagrog ini dilakukan dengan membuat lining saluran sepanjang 103 meter yang termasuk didalamnya talaud dan lantai saluran berbahan ferrocement yang dapat melayani 60 Ha," ungkap Sarwo Edhy.
Sarwo Edhy menambahkan dengan direhabilitasinya jaringan irigasi di daerah tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta menjaga ketersediaan air. "Banyak juga kegiatan semacam ini dilakukan di daerah-daerah lain. Bila di daerah lain membutuhkan dan memenuhi kriterianya, maka bisa diajukan ke Kementan beserta rencana atau usulan kegiatan didukung dengan gambar atau desain sederhana sebagai dasar perhitungan RAB," jelasnya.
"RJIT sesuai dengan kebutuhan petani. Sebagian besar dananya disalurkan melalui sistem swakelola petani. Dengan swakelola oleh petani, jaringan irigasi tersier yang direhabilitasi umumnya akan lebih bagus dan petani merasa lebih memiliki. Kita membangun secara bertahap berdasarkan kebutuhan masyarakat petani," ujar Sarwo Edhy.
Dia menambahkan, rumus program RJIT adalah jaringan sudah rusak, di sekitarnya ada sawah yang diairi, ada sumber air, dan ada petaninya. Menurutnya, dengan diserahkannya RJIT kepada kelompok tani, maka pembangunan jaringan irigasinya akan dilakukan secara gotong royong atau swakelola. (cm)
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.