"Saya harus berkomunikasi cukup lama dengan petugas keamanan dan akhirnya diperbolehkan masuk. Pintu rumah terbuka ketika saya tiba, kemudian saya menaruh semangkuk wonton di meja."
Uang tip dari pelanggan yang senang selama masa pandemi pun meningkat.
"Banyak yang mengirim ucapan terima kasih melalui aplikasi Meituan dan menelpon saya untuk mengatakan jaga kesehatan."
Menjaga kebersihan
Li kini punya kebiasaan baru, yaitu sering memeriksa suhu tubuh dan membersihkan diri.
"Suhu tubuh saya diperiksa puluhan kali setiap hari sebelum masuk mal, di restoran, dan ketika kembali ke kawasan rumah saya. Saya juga membawa semprotan disinfektan dan handuk di motor. Saya memakai sarung tangan saat mengantarkan pesanan ke daerah yang ada kasus positifnya."
Li mengatakan bahwa setelah lama bertugas di tengah wabah, dia tidak lagi khawatir terinfeksi virus corona.
"Saya sempat khawatir ketika virus menyebar dan itu saat-saat terburuk di sini. Namun, saya merasa sudah pernah melalui itu semua, mengingat bagaimana perjuangan saya dulu melawan kanker."
"Saya belajar untuk tenang, melihat segala sesuatu dari sisi positif, dan selalu mencari kekuatan di masa yang kelam. Selama saya melakukan langkah-langkah pencegahan, masker, sarung tangan, disinfektan, dan mengikuti arahan para pakar pengendali penyakit, saya pikir kemungkinan tertular virus cukup rendah."
Dengan istri yang mengandung tujuh bulan di rumah, Li menatap masa depan dengan bahagia.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.