Keributan Picu Aksi Pembakaran Rumah di Kota Sorong

Chanry Andrew S, iNews.id · Selasa 14 April 2020 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 340 2198743 keributan-picu-aksi-pembakaran-rumah-di-kota-sorong-1i6Iqbrfyi.JPG Aksi pembakaran rumah oleh sekelompok warga di Kota Sorong yang diduga dipicu kesalahpahaman (Foto: iNews TV/Chanry Andrew S)

SORONG - Bentrok antar warga yang diduga dipicu kesalahpahaman terjadi di Kota Sorong, Papua Barat. Satu unit rumah yang berlokasi di Jalan Pelabuhan Feri, Kota Sorong dibakar sekelompok massa pada Senin tadi malam sekitar pukul 21.00 WIT.

Kericuhan ini terjadi hingga Selasa (14/4/2020) dini hari. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Puluhan aparat gabungan dari TNI-Polri langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk meredam aksi massa yang anarkis. Mobil pemadam kebakaran pun ikut diturunkan guna memadamkan api dari rumah yang dibakar massa.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan menjelaskan, kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman antara seorang pemuka agama dengan sekelompok pemuda.

“Peristiwa tadi karena kesalahpahaman saja sebenarnya dan itu sudah diselesaikan oleh RT dan RW setempat, tapi ada beberapa masyarakat yang memicu akhirnya terjadi keributan hingga pembakaran rumah,” kata AKBP Ary Nyoto Setiawan.

Menurut Ary, kronologi kejadian berawal dari kesalahpahaman antar warga setempat yang terjadi sejak sore hari. Kemudian terjadi aksi pelemparan batu di rumah kediaman salah satu pemuka agama.

Saat hendak mencari tahu siapa yang telah melakukan pelemparan batu ke sejumlah pemuda yang sedang minum minuman keras, terjadilah percekcokan. Diduga kata-kata yang dilontarkan oleh sang pemilik rumah menyinggung perasaan pemuda itu hingga tersulut emosinya.

“Ada perkataan yang tidak bisa diterima oleh warga setempat, dan akhirnya itu yang memicu dan berkumpulnya masyarakat juga mengundang kerumunan warga di situ,” ungkap Ary.

Kendati demikian, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa ini. Sebab terdapat unsur pidana yang terdiri dari penganiayaan serta pengerusakan.

“Kita masih melakukan penyelidikan terkait unsur pidananya, karena ada yang terkena luka sabetan dan juga ada pidana terkait pengerusakan rumah,” pungkasnya.

Hingga berita ini dilaporkan, aparat gabungan TNI-Polri terlihat masih berjaga di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi keributan susulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini