Warga Desa di Minahasa Tolak Pemakaman Jenazah PDP Covid-19

Subhan Sabu, Okezone · Senin 20 April 2020 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 20 340 2202058 warga-desa-di-minahasa-tolak-pemakaman-jenazah-pdp-covid-19-0wyQ47hbNs.jpg (Foto: Okezone.com/Subhan Sabu)

MANADO - YYW (46), seorang pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19), yang meninggal dunia ditolak warga saat akan dimakamkan di Desa Kembes, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawei Utara. 

Almarhum meninggal pada Jumat 17 April 2020, sekira pukul 22.30 Wita di ruang isolasi Irina F Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandouw Malalayang, Manado.

Pasien lahir di Kembes, namun berdomisili di Makassar. Pasien baru keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tondano sekira 3 minggu lalu. Pasien tinggal di rumah kakaknya di Perum Agape, Minahasa Utara (Minut).

Saat hendak dimakamkan di Minut, Jumat 17 April 2020, terjadi penolakan dengan alasan bukan warga Minut. Begitu juga saat akan dimakamkan di Desa Kembes, kembali terjadi penolakan dengan alasan sudah bukan lagi warga Desa Kembes.

Hal tersebut membuat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado turun tangan. Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel langsung menuju ke RSUP Prof Kandouw dan berkoordinasi dengan Kapolsek Tombulu, sehingga jenazah akhirnya bisa dimakamkam.

"Setelah berkoordinasi, akhirnya mau menerima pemakaman di pekuburan Desa Kembes Lingkungan 1," ujar Kasatreskrim Polresta Manado AKP Tommy Aruan, Senin (20/4/2020).

(Foto: Okezone.com)

Kapolresta Manado langsung memerintahkan Kasat Reskrim, Kasat Narkoba dan Kasat Sabhara menyiapkan personel dan perlengkapan untuk pemakaman pasien PDP tersebut.

Sekira pukul 04.30 Wita dini hari, personel dari Tim Rayon Polresta Manado, Tim Inafis dan warga melakukan penggalian kubur menggunakan sekop dan cangkul. Seluruh yang terlibat memakai Alat Pelindung Diri (APD). 

Pukul 07.00 Wita, penggalian selesai. Kapolresta mengkoordinasikan pengantaran jenasah dari RSUP Prof Kandouw dikawal oleh Patwal Polresta Manado  

"Kapolresta kemudian mengkoordinasikan petugas pemakaman dengan Pemda Minahasa dan sekira pukul 08.00 wita petugas pemakaman dari BPBD Minahasa tiba akan tetapi hanya menyiapkan tiga orang petugas," jelas Kasat Reskrim.

Kendala kembali muncul karena keluarga pasien hanya satu orang yang bisa ikut memakamkan. Warga Desa Kembes tidak ada yang mau membantu. Padahal dibutuhkan enam orang untuk menguburkan jasad.

Akhirnya, karena tidak ada lagi yang bersedia, Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba Polresta Manado secara sukarela langsung bersedia ikut memakamkan jenasah.

"Akhirnya pemakaman berhasil dilaksanakan dengan lancar sekira pukul 09.00 Wita. Setelah selesai pemakaman APD langsung dibakar di lokasi," pungkas Kasat Reskrim. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini