Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kesedihan Muslim Dunia Sambut Ramadan dalam Bayang Corona

Amril Amarullah , Jurnalis-Selasa, 21 April 2020 |19:31 WIB
Kesedihan Muslim Dunia Sambut Ramadan dalam Bayang Corona
Suasana Kakbah sepi jamaah umat muslim di tengah mewabah virus corona (foto: AFP)
A
A
A

MAKKAH dan Madinah kini sepi sunyi. Dua tempat suci umat muslim ini tidak seperti biasanya. Tak ada lagi jamaah umrah dari penjuru dunia yang berdatangan. Suara merdu remaja masjid bersahut-sahutan melantunkan ayat suci Al-quran pun tak lagi terdengar.

Padahal, selain salat tarawih berjamaah, tadarus atau membaca Alquran menjadi ibadah rutin umat Islam di bulan Ramadan.

Tapi, Covid-19 atau virus corona telah mengubah kebiasaan umat muslim dalam beribadah dari biasanya. Ramadan kali ini, akan terasa sekali perbedaanya. Terlebih Kerajaan Arab Saudi memperpanjang penangguhan salat berjemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bulan Ramadan tahun ini, untuk membendung penyebaran virus corona. Iktikaf atau berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah juga tidak diperbolehkan.

Masjid Nabawi

Keputusan ini diumumkan pihak pengelola kedua masjid itu melalui Twitter, dengan mengutip Presiden Jenderal Sheikh Dr. Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais.

Alih-alih salat berjemaah, kedua masjid itu akan menggelar salat lima waktu dan tarawih selama Ramadan tanpa jemaah umum sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus corona serta meningkatkan operasi penyemprotan disinfektan.

Seorang Muzain bernama Ali Mulla menangis ketika mendapat kabar dari Kerajaan Arab Saudi memperpanjang penangguhan salat berjemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bulan Ramadan tahun ini untuk membendung penyebaran virus corona. Iktikaf atau berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah juga tidak diperbolehkan.

Bagaimanapun, tidak semua orang menerima keputusan ini dengan lapang dada. "Hati kami menangis," kata Ali Mulla, muazin di Masjidil Haram.

"Kami terbiasa melihat masjid suci penuh orang selama siang, malam, setiap saat...Saya merasa sakit di dalam," tambahnya, kepada kantor berita AFP.

Pada awal bulan April, memberlakukan jam malam selama 24 jam di kota suci Mekah dan Madinah sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement