Polisi Tangkap 3 Mahasiswa Terkait Vandalisme di Malang, LBH Minta Dibebaskan

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 22 April 2020 00:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 519 2202843 polisi-tangkap-3-mahasiswa-terkait-vandalisme-di-malang-lbh-minta-dibebaskan-swpIhwtAFW.jpeg Kapolres Malang Kota Kombes Leonardo Simarmata (Okezone.com/Avirista)

MALANG – Polisi menangkap tiga mahasiswa karena diduga melakukan vandalisme di 33 titik di Kota Malang, Jawa Timur. Namun, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) meminta polisi membebaskan ketiga mahasiswa.

Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata mengaitkan aksi ketiga pelaku dengan anarko, sebuah gerakan yang mengacu ke anarkis.

"Kami telah amankan tiga orang terkait anarko, statusnya mahasiswa," katanya kepada wartawan di Mapolres Malang Kota, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Selasa (21/4/2020).

Menurut Leonardus, ketiga pelaku adalah eksekutor vandalisme di 33 titik. "Ketiganya eksekutor yakni yang melakukan vandalisme menggunakan cat pilox. Kami masih lakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya," bebernya.

Leonardus mengatakan, ketiga pelaku menyasar sejumlah titik dengan sepeda motor. Satu di antaranya mengawasi daerah sekitarnya ketika vandalisme dilakukan. "Ketiga pelaku anarko betulan," ujarnya.Ilustrasi

Leonardus menyebutkan ketiganya merupakan mahasiswa yang kuliah di Kota Malang. Satu asal Sidoarjo dan dua lagi warga Kabupaten Malang. Polisi enggan membuka nama ketiganya dengan alasan masih penyelidikan.

"Masih kita kembangkan terkait jaringannya. Yang pasti mereka anarko beneran," kata Leonardus.

Sementara Jauhar dari LBH Surabaya menyayangkan penangkapan ketiga mahasiswa yang menurutnya berinisial AFF, MAA, dan SR. AFF diketahui sebagai aktivis pers mahasiswa Universitas Malang (UM) yang selama ini aktif dalam komite aksi kamisan di depan Balai Kota Malang.

Jauhar menyorot tuduhan anarko dialamatkan polisi kepada ketiga mahasiswa. “Tuduhannya vandalisme tapi kemudian melebar menjadi penghasutan,” katanya.

Polisi diminta membebaskan ketiga mahasiwa. Menurutnya aksi ketiganya membuat mural bagian dari hak berekspresi.

“Kami menuntut polisi membebaskan ketiganya dan membatalkan status tersangka karena bertentangan dengan keadilan,” katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini