Curi Ikan Pakai Pukat Harimau, Kapal Nelayan Dibakar

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Rabu 22 April 2020 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 340 2203114 curi-ikan-pakai-pukat-harimau-kapal-nelayan-dibakar-hdbCJjqbZt.jpg Kapal nelayan yang dibakar (foto: istimewa)

PEKANBARU - Konflik antara nelayan Kabupaten Rohil, Riau dengan nelayan Provinsi Sumatera Utara terus berlangsung. Kali ini sebuah kapal diamankan nelayan Rohil, karena mencuri ikan dengan pukat harimau.

Nelayan yang marah atas pencurian ikan dengan pukat harimau ini membakar kapal yang mengangkut hasil pencurian ikan. Sementara sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) dan kapten kapal diamankan warga.

"Pencurian ikan dengan pukat harimau terjadi di Panipahan Rohil kemarin. Mereka berasal dari Sungai Berombang, Sumatera Utara," kata Kepala Dinas Infokom, Provinsi Riau, Chairul Riski Rabu (22/4/2020).

 Kapall nealayan

Para nelayan yang mengetahui ada pencuri ikan di tengah laut langsung mendatangi kapal pukat harimau. Dengan menggunakan sejumlah kapal, nelayan berhasil menangkap kapal tersebut.

Nelayan Panipahan pun langsung membawa nelayan dari daerah tetangga itu ke kapal. Sementara kapal pukat harimau dibakar. Sesampai di darat wargapun mengintrogasi para ABK dan kapten kapal.

Beruntung warga tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Setelah berjanji tidak akan mencuri denan pukat harimau, para nelayan tetangga itu diperbolehkan pulang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, Herman mengatakan bahwa aksi pencurian itu sudah sering terjadi dilakukan oleh nelayan Sumatera Utara. Dia menengarai, pelaku pencurian ikan adalah 'orang lama'.

"Warga sangat marah jika mencuri pakai pukat harimau karena bisa merusak ekosistem," tambahnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini