Tempat usaha yang mengandalkan sentuhan dengan pelanggan, seperti pemangkas rambut, perawat kecantikan wajah, dan rumah bordil dipaksa untuk menghentikan layanan mereka.
Adapun sekolah, tempat penitipan anak, dan universitas ditutup setidaknya sampai 28 April mendatang.
Bar, restoran, dan toko penjual ganja ditutup, walau banyak pelanggan yang menggunakan layanan pesan antar mereka.
"Kami pikir kami berkepala dingin," jelas Dr Louise van Schaik dari Institut Hubungan Internasional Clingendael.
"Kami tidak ingin bereaksi berlebihan, mengunci semua orang di rumah mereka. Dan lebih mudah untuk menjaga jarak antargenerasi di sini karena nenek dan kakek tidak tinggal di rumah yang sama dengan anak-anak mereka," imbuhnya.