AS Kucurkan Paket Bantuan USD12,1 Juta untuk Greenland

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 24 April 2020 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 18 2204229 as-kucurkan-paket-bantuan-usd12-1-juta-untuk-greenland-9XjPLPeRMk.jpg Foto: AP.

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengumumkan paket bantuan ekonomi sebesar USD12,1 juta untuk Greenland pada Kamis (23/4/2020). Paket bantuan itu bertujuan untuk memperkuat hubungan timbal balik dan meningkatkan dorongan AS untuk kehadiran militernya yang lebih besar di Kutub Utara guna menangkal pengaruh China dan Rusia.

Bantuan ekonomi AS untuk Greenland itu menuai sejumlah kritik di Denmark.

Greenland yang hanya memiliki populasi 56.000 jiwa, tetapi kaya akan sumber daya alam, adalah wilayah otonomi Denmark. Dengan ekonomi kecilnya yang sangat bergantung pada perikanan, pulau itu, yang tidak memiliki jalan antara 17 kota dan satu bandara internasional komersial, bergantung pada hibah tahunan dari Denmark.

Tahun lalu Trump mengajukan tawaran untuk membeli pulau luas di kutub utara itu dari Denmark, namun ditolak. Pemerintah Denmark menyebut tawaran AS itu “tidak masuk akal”.

Kucuran dana itu mendapat tanggapan beragam dari pejabat Denmark.

Karsten Honge, anggota komite urusan luar negeri parlemen Denmark mengkritik paket bantuan AS tersebut. Dia menuding AS berusaha menciptakan perpecahan antara Denmark dengan Greenland dengan bantuan dana itu.

"Mereka (AS) jelas telah melewati batas," kata Honge sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (24/4/2020).

"Sama sekali tidak pernah terdengar bahwa sekutu dekat mencoba untuk membuat pembagian antara Greenland dan Denmark dengan cara ini," katanya. Seorang anggota partai oposisi bahkan menyebut paket bantuan tersebut sebagai penghinaan terhadap Denmark dan Greenland.

Namun, Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod menyambut baik langkah tersebut, dengan mengatakan Greenland telah bertahun-tahun berupaya mengembangkan ekonomi kecilnya dengan membuka diri terhadap dunia dan mencari investasi asing.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS membantah upaya Washington itu dimaksudkan untuk menciptakan perpecahan antara Denmark dengan Greenland. Dalam pengarahan pada Kamis (24/4/2020) mengatakan Amerika Serikat telah bekerja erat dengan Denmark selama berbulan-bulan dalam inisiatif ini.

Amerika Serikat tahun ini berencana untuk membuka konsulat di Ibu Kota Greenland, Nuuk untuk pertama kalinya sejak 1953.

Greenland menjadi semakin penting bagi militer AS dan untuk sistem peringatan dini rudal balistik AS karena penumpukan komersial dan militer Rusia dan China di Kutub Utara.

Rusia telah meningkatkan kemampuan militernya di Kutub Utara, sementara China menyebut dirinya "dekat negara Kutub Utara" dan telah meletakkan rencana untuk Jalur Sutera Kutub yang difokuskan pada rute pengiriman Kutub Utara baru dan akses ke sumber daya alam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini